Nasib Pegawai SPPG Usai Ledek Korban MBG, Dikecam Gibran Lalu Dipecat

4 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Pegawai SPPG Dlingo, Bantul, Gerardus Permanaditya mengolok-olok siswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang hilang ingatan diduga akibat keracunan MBG.

Dalam video beredar, pegawai itu meledek sang siswi saat ia mencicipi menu ayam katsu yang disebutnya dimasak sehari sebelum pengambilan gambar.

Peristiwa ini turut menuai reaksi keras dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia mengecam tindakan yang dilakukan oleh Gerardus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perkataan oknum SPPG ini sangat disayangkan. Mari kita bersama menjaga ruang publik yang aman dan ramah bagi semua. Jangan sampai anak-anak justru menjadi korban perundungan," ungkap Gibran melalui unggahan resmi Instagram @gibran_rakabuming, Minggu (20/9).

Unggahan Gibran turut menampilkan video aksi Gerardus yang memakan ayam katsu sebagaimana yang beredar luas. Video itu disandingkan dengan video Gibran saat mengunjungi korban keracunan MBG di Karo, Sumatera Utara.

Aksi meledek itu juga berimbas panjang untuk karier Gernadus. Pegawai bagian pengawas keuangan itu diberhentikan Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Daerah Istimewa Yogyakarta setelah menjadi viral.

Koordinator Regional BGN DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, mengatakan, keputusan memberhentikan Gerardus merupakan upaya tegas menjaga standar perilaku, etika, dan profesionalitas seluruh jajaran dalam penyelenggaraan MBG.

"Kami menyayangkan adanya pernyataan tersebut. Setelah dilakukan penanganan sesuai ketentuan, yang bersangkutan telah diberhentikan. Ini menjadi pelajaran bagi seluruh jajaran bahwa bekerja dalam Program MBG tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memiliki etika, empati, sensitivitas, dan tanggung jawab dalam berkomunikasi," kata Gagat dalam keterangan yang diterima, Minggu (21/9) malam.

Gagat mengatakan setiap kejadian yang berkaitan dengan keamanan pangan harus menjadi perhatian bersama. Jika terdapat masyarakat atau penerima manfaat yang diduga terdampak, seluruh jajaran diminta mengedepankan rasa kemanusiaan dan empati, serta saling menghormati, bukan menjadikannya sebagai bahan candaan atau olok-olok.

Ia juga mengingatkan jajaran SPPG agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan menyampaikan pernyataan di ruang publik. Menurut Gagat, pernyataan personel SPPG dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap penyelenggaraan Program MBG secara keseluruhan.

"Kita harus memahami sensitivitas persoalan yang sedang dihadapi masyarakat. Jangan sampai persoalan yang seharusnya menjadi pembelajaran bersama justru dikomentari dengan cara yang tidak tepat. Empati dan saling menghormati harus menjadi bagian dari budaya kerja kita," katanya.

Gagat juga menginstruksikan seluruh jajaran BGN Regional DIY untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Ia menyadari pelaksanaan MBG mendapat sorotan besar dari masyarakat. Karena itu, seluruh SPPG diminta menunjukkan kinerja, kedisiplinan, keamanan pangan, kualitas makanan, pelayanan, dan komunikasi yang baik.

"Kami mengarahkan seluruh jajaran untuk fokus bekerja. Tingkatkan kualitas pelayanan, pastikan keamanan pangan, laksanakan SOP, perkuat pengawasan, dan berikan pelayanan terbaik kepada penerima manfaat. Saat ini masyarakat memberikan perhatian yang besar terhadap Program MBG, maka jawab perhatian tersebut dengan kinerja yang semakin baik," imbuh Gagat.

(van/isn)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |