Surabaya, CNN Indonesia --
Petugas gabungan di kawasan Gunung Bromo, masih terus melakukan pembasahan dan operasi water bombing. Meski kebakaran dilaporkan sudah mereda dan titik api telah tidak lagi terlihat di lokasi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Timur Satriyo Nurseno mengatakan pada Jumat (14/8) siang, titik api kebakaran sudah tak terlihat di kawasan Bromo.
"Sementara titik api sudah nihil," kata Satriyo kepada CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, upaya pembasahan di darat tetap dilanjutkan tim gabungan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa di kawasan Bukit Cinta.
"Tim gabungan melanjutkan penyisiran darat di Bukit Cinta untuk melakukan pemadaman dan pembasahan menggunakan metode manual gepyok, power sprayer gendong (blower sprayer), unit mobil pemadam kebakaran, kendaraan taktis Komodo, serta mobil tangki air pada seluruh area yang dapat dijangkau," ucapnya.
Dari udara, kata Satrito, tiga unit helikopter turut dikerahkan untuk operasi water bombing di titik sasaran wilayah Pakis Bincil yang masih mengepulkan asap.
"3 unit helikopter, yaitu PK-DAN dan PK-DBM milik BNPB, serta PK-DAP milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melaksanakan operasi water bombing pada titik sasaran di wilayah Pakis Bincil yang terdapat kepulan asap," ujarnya.
Pada pelaksanaan water bombing helikopter PK-DAP berkapasitas 1.000 liter menjalankan dua sorti dari Ranu Pani dengan total lima rit sebanyak 4.000 liter. Helikopter PK-DBM berkapasitas sama menjalankan dua sorti dengan tujuh rit sebanyak 7.000 liter.
Sementara helikopter PK-DAN berkapasitas 4.000 liter menjalankan satu sorti dari Ranu Regulo dengan sepuluh rit sebanyak 40.000 liter.
"Total keseluruhan pelaksanaan water bombing telah mencapai (22 Rit) 51.000 Liter," ucapnya.
Personel BPBD Provinsi Jatim turut menerjunkan drone untuk memantau titik asap maupun api yang masih berpotensi muncul, sekaligus memastikan tidak ada bara yang berpotensi menyulut kembali kebakaran.
"Tim gabungan melaksanakan penyisiran kembali untuk memastikan tidak terdapat sisa bara api yang berpotensi memicu penyalaan kembali, sekaligus melakukan pembasahan pada lokasi yang masih terindikasi mengeluarkan asap," ujarnya.
Luas area yang terbakar dalam peristiwa ini diperkirakan mencapai 1.120,3 hektare. Sejumlah vegetasi terbakar. Meski demikian, kata Satriyo, tidak ditemukan korban jiwa akibat kejadian tersebut.
"Luas area terbakar kurang lebih 1.120,3 hektare. Data berkembang dalam proses pendataan ulang." ujarnya.
Seperti diketahui kebakaran di kawasan Bromo ini bermula pada Senin (3/8), sekitar pukul 17.00 WIB. Menyusul meluasnya titik api, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup sementara seluruh akses wisata ke kawasan Gunung Bromo, sejak Sabtu (8/8) malam.
(frd/dal)

2 hours ago
3















































