Bakar Batu Satukan Lanny Jaya: TNI Dampingi Perdamaian Adat

13 hours ago 4

LANNY JAYA - Di tengah keindahan alam Lanny Jaya, Papua Pegunungan, sebuah peristiwa penuh makna terukir Jumat (6/3/2026) di Kampung Tumbupur, Distrik Kuyawage. Tradisi bakar batu, yang lebih dari sekadar ritual memasak, menjelma menjadi pilar kuat perdamaian, menyatukan kembali warga yang sempat terselimuti perselisihan. Satgas Yonif 408/Suhbrastha (Sbh) Pos Tumbupur hadir, bukan hanya sebagai penjaga keamanan, namun sebagai bagian integral dari upaya rekonsiliasi.

Di bawah langit biru yang memeluk pegunungan, lingkaran kebersamaan terbentuk. Warga dari berbagai pihak, yang sebelumnya terpisah jarak emosional, kini duduk berdampingan. Tradisi bakar batu, dengan kekayaan nilai yang terkandung di dalamnya, menjadi media ampuh untuk menyelesaikan konflik secara adat. Ini adalah janji bersama untuk mengakhiri perbedaan dan merajut kembali benang kerukunan.

Batu-batu yang berpijar panas, daging dan umbi yang dimasak bersama dalam satu wadah, serta untaian doa yang terucap, semuanya mencerminkan esensi kebersamaan dan pengorbanan yang begitu kental dalam budaya Papua. Kepulan asap dari tungku bakar batu seolah menjadi penanda lahirnya harapan baru, sebuah kesaksian bisu akan kekuatan perdamaian yang bersemi.

Kehadiran para prajurit TNI di tengah masyarakat bukan semata-mata menjalankan tugas pengamanan. Mereka adalah perpanjangan tangan negara yang turut menabur benih perdamaian melalui pendekatan budaya yang humanis dan sentuhan kekeluargaan. Ini adalah bentuk nyata dari kemanunggalan TNI dengan rakyat yang sesungguhnya.

“Kami hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga menjaga persaudaraan. Perdamaian yang lahir dari kesadaran bersama seperti ini adalah fondasi yang paling kuat. Kami berharap setelah prosesi bakar batu ini, masyarakat dapat kembali hidup rukun dan saling menjaga, ” ujar Danpos Tk Tumbupur Satgas Yonif 408/Sbh, Kapten Inf Panca.

Prosesi adat ini berlangsung dalam suasana haru yang mendalam. Ketegangan yang sempat membayangi perlahan sirna, digantikan oleh senyuman dan uluran tangan. Warga saling membantu dalam setiap tahapan persiapan hingga menikmati hidangan bersama. Tawa riang anak-anak kembali menggema, senyuman hangat dan jabat tangan tulus menjadi bukti pemulihan hubungan antarwarga.

Bagi masyarakat Lanny Jaya, bakar batu adalah lebih dari sekadar tradisi kuliner. Ia adalah ritual sosial yang mengikat erat persatuan, sekaligus menjadi sarana paling efektif untuk menyelesaikan setiap persoalan yang muncul secara damai. Kehangatan api yang membakar batu, kini telah menghangatkan kembali relung hati yang sempat dingin.

Melalui momen berharga ini, Satgas Yonif 408/Sbh menegaskan kembali komitmen mereka untuk terus hadir mendampingi masyarakat. Dukungan dalam menjaga stabilitas, membangun kembali kepercayaan, serta mengawal setiap langkah menuju perdamaian di tanah Papua Pegunungan akan terus menjadi prioritas utama.

(Wartamiliter)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |