PUNCAK - Di tengah hamparan alam Papua Pegunungan yang menantang, semangat kebersamaan terpancar dari Kampung Marilakuin, Distrik Wangbe, Kabupaten Puncak. Pada Minggu (1/3/2026), personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–PNG dari Batalyon Infanteri 732/Banau tak hanya menjalankan tugas negara, tetapi juga merajut tali persaudaraan melalui ibadah bersama warga setempat. Momen sakral ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran TNI di perbatasan lebih dari sekadar penjaga keamanan.
Ibadah Minggu yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Danpos Marilakuin, Kapten Inf Frincen Sinaga. Seluruh personel pos bahu-membahu bersama masyarakat Marilakuin dalam doa dan pujian. Lebih dari sekadar penguatan spiritual bagi para prajurit yang jauh dari keluarga, kegiatan ini membuka ruang dialog, mempererat komunikasi sosial, dan menumbuhkan ikatan emosional yang tulus antara TNI dan warga di garis depan negeri.
“Kegiatan ibadah bersama seperti ini adalah bagian dari upaya kami membangun keharmonisan. Prajurit di perbatasan juga membutuhkan penguatan spiritual. Dengan beribadah bersama warga, kita saling menguatkan dan menunjukkan bahwa TNI hadir bukan hanya sebagai pengaman, tetapi juga sebagai sahabat dan bagian dari masyarakat, ” ujar Kapten Inf Frincen Sinaga.
Ia menambahkan bahwa stabilitas wilayah yang kokoh tak hanya dibangun di atas aspek keamanan semata, melainkan juga berakar kuat pada kedekatan sosial yang terjalin mesra dengan masyarakat. Kehadiran para prajurit dalam setiap aktivitas keagamaan warga dianggap sebagai bentuk penghargaan dan pengakuan atas eksistensi mereka.
Sambutan hangat dari warga Kampung Marilakuin mengiringi setiap langkah personel Satgas. Bapak Talenggen, salah satu tokoh masyarakat setempat, tak kuasa menahan haru atas kebersamaan yang terjalin. Baginya, kehadiran TNI dalam ibadah bukanlah sekadar tugas rutin, melainkan sebuah bentuk perhatian yang menyentuh hati.
“Kami sangat senang dan merasa dihargai. Kehadiran bapak-bapak TNI dalam ibadah bersama ini membuat kami merasa dekat dan dilindungi. Ini bukti bahwa mereka bukan hanya menjaga tanah, tetapi juga menjaga hati kami, ” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Program bertajuk Sahabat Banau ini menjadi cerminan otentik dari komitmen Satgas Yonif 732/Banau dalam menjalankan tugas negara dengan profesionalisme tinggi, sembari tetap memegang teguh nilai-nilai kemanusiaan. Di tengah dinamika kompleks wilayah perbatasan Papua Pegunungan, kebersamaan yang tulus seperti inilah yang menjadi fondasi terpenting dalam menciptakan suasana aman, harmonis, dan penuh rasa saling percaya, memupuk rasa cinta tanah air dari Sabang sampai Merauke.


















































