Makassar, CNN Indonesia --
Banjir yang dipicu hujan deras merendam dua kelurahan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Dua warga yang merupakan lansia dan balita meninggal dunia.
"Iya, banjir merendam di wilayah Bone mengakibatkan ada dua warga dilaporkan meninggal dunia," kata Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo kepada CNNIndonesia.com, Jumat (8/5).
Banjir terjadi sekitar pukul 03.00 WITA. Dua kelurahan yang terdampak adalah Kelurahan Tibojong, Kecamatan Tanete Riattang Timur dan Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyebab banjir ini akibat hujan deras yang terjadi beberapa jam pada dini hari tadi, saat warga sementara tertidur. Kemudian tiba-tiba air naik dan merendam rumah warga," ungkapnya.
Saat ini tim SAR gabungan dikerahkan untuk mengevakuasi warga. Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan mengatakan ada 10 titik wilayah yang terdampak banjir.
"Ada 10 titik yang tergenang akibat terjadi banjir, dan dimana telah dilaksanakan evakuasi di 10 titik ini," kata Sultan.
Sultan mengatakan dua warga dilaporkan meninggal dunia yakni, Naima (80) dan Muh Arsan (5). Keduanya tewas tenggelam saat banjir datang.
"Tadi pagi sekitar pukul 07.00 WITA, ada satu lansia meninggal dunia dan balita berusia lima tahun meninggal dunia akibat tenggelam pada saat banjir terjadi," ungkapnya.
Menurut Sultan, balita bernama Muhammad Arsan sempat dilarikan ke Puskesmas Bajoe, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
"Tadi info yang kami terima korban dinyatakan meninggal dunia dan saat ini masih proses di bawa ke rumah duka," jelasnya.
(mir/isn)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
1














































