Bos Narkoba Kampung Bahari Ditangkap di Salon Kecantikan

4 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap gembong narkoba Kampung Bahari berinisial MR atau Bos Gendut di sebuah salon kecantikan di Mangga Besar, Jakarta Barat pada Rabu (12/8) malam.

Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Roy Hardy Siahaan mengatakan penangkapan dilakukan setelah petugas membuntuti Bos Gendut saat keluar dari Kampung Bahari menuju ke Mangga Besar.

"Yang bersangkutan kita berhasil tangkap di salah satu salon kecantikan, kemudian yang bersangkutan bersama dengan seseorang yang sudah kita amankan di BNN," kata Roy kepada wartawan, Kamis (13/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Salah satu dari gembong narkoba tersebut, yang merupakan buronan terkait dengan kasus narkoba pada tanggal 7 November 2025 atas nama MR atau Bos Gendut, merupakan gembong narkoba atau bos narkoba yang bercokol di Kampung Bahari," sambungnya.

Roy menyebut bos gendut terlibat dalam kasus kepemilikan sabu seberat 98 kilo, senjata api, sejumlah emas batangan dan sebagainya.

"Dari hasil pengembangan terhadap yang bersangkutan, terhadap bos gendut atau MR tersebut, kita sudah bisa mengembangkan TPPU-nya, yang sudah berhasil kita sita. Ada uang cash sebesar Rp1,277 miliar, kemudian dikembangkan dalam beberapa aset yang sudah kita hitung kurang lebih sebesar Rp39,950 miliar," tutur dia.

Dalam pemeriksaan, bos gendut mengaku bahwa ada beberapa orang yang terlibat dalam jaringannya. Dari informasi itu, BNN bersama Polda Metro Jaya kemudian melakukan operasi penggerebekan di Kampung Bahari pada pagi tadi.

Roy menyebut dalam operasi itu pihaknya berhasil menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, narkotika jenis ganja atau gorilla, uang, senjata api, samurai, beberapa peluru, handphone hingga mobil.

Roy turut mengungkapkan dalam operasi tersebut pihaknya sempat mendapat perlawanan dari para loyalis bos gendut yang ada di Kampung Bahari.

"Ada perlawanan dari beberapa loyalis dari MR. Termasuk orang-orang yang bercokol di Kampung Bahari. Sehingga ada salah satu dari anggota kami, anggota Polri, yang terluka di bagian bawah mata," tutur dia.

"Itu kira-kira perlawanan yang diberikan oleh rekan-rekan atau loyalis dari yang bersangkutan terhadap kami sehingga kami berhasil menangkap dua orang yang diamankan, termasuk juga salah satunya yang sudah kita lebih dahulu tangkap atas nama bos G," lanjutnya.

(dis/gil)

placeholder

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |