Dandim Jayapura Temui Ondoafi, Pastikan Lahan 10 Hektare untuk TNI Tak Bermasalah

17 hours ago 6

Sentani — TNI Angkatan Darat melalui jajaran Kodim 1701/Jayapura melaksanakan pengecekan awal lahan tanah hibah seluas 10 hektare yang direncanakan akan diserahkan kepada Kodam XVII/Cenderawasih. Kegiatan tersebut berlangsung di Obhe Puay Onggi Awoy, Kampung Yokiwa, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Senin (2/3/2026).

Pengecekan dipimpin langsung Komandan Kodim 1701/Jayapura, Kolonel Inf Taufik Hidayat, didampingi Danramil 1701-01/Sentani Mayor Inf Siswanto. Kegiatan ini turut melibatkan unsur tokoh adat dan masyarakat setempat, di antaranya Ondoafi Kampung Yokiwa Arnol Awoitauw, Kepala Suku Hoime David Febetauw, Tokoh Adat Yance Awoitauw, serta Staf Ahli Bupati Jayapura Alfons Awoitauw. Sekitar 25 orang mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Ondoafi Kampung Yokiwa Arnol Awoitauw menjelaskan bahwa pihaknya telah menyampaikan surat resmi kepada Kodam XVII/Cenderawasih terkait rencana hibah tanah dimaksud. Lahan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan, termasuk rencana pengembangan Koperasi Merah Putih.

Ia menegaskan, para ondoafi dan kepala suku akan duduk bersama guna memastikan kejelasan status tanah hibah agar ke depan tidak menimbulkan persoalan. Keberadaan TNI di wilayah tersebut juga diharapkan dapat memberikan rasa aman dan mendorong kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Kolonel Inf Taufik Hidayat menegaskan bahwa pengecekan lahan dilakukan untuk memastikan tidak adanya tumpang tindih kepemilikan hak ulayat. “Kami datang untuk mengecek langsung kondisi di lapangan agar ke depan tidak muncul permasalahan. Semua harus jelas sejak awal sebelum proses lebih lanjut, ” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa setiap pembangunan fasilitas TNI memiliki mekanisme dan tahapan yang ditentukan oleh komando atas. Selain itu, keberadaan satuan atau pangkalan TNI pada umumnya turut mendorong pertumbuhan ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat di sekitarnya.

Danramil 1701-01/Sentani Mayor Inf Siswanto menambahkan, kejelasan batas dan lokasi lahan menjadi hal penting, mengingat sebagian wilayah tersebut disebut pernah dihibahkan sebelumnya. Ia menyarankan agar seluruh tokoh adat dan keluarga pemilik hak ulayat menempuh mekanisme musyawarah adat guna mencapai kesepakatan bersama.

Senada dengan itu, Staf Ahli Bupati Jayapura Alfons Awoitauw menilai perlunya pertemuan internal keluarga besar pemilik hak ulayat agar tercapai satu suara dalam penerbitan surat hibah. Langkah tersebut dinilai penting guna menghindari potensi polemik di kemudian hari.

Usai dialog, rombongan Dandim 1701/Jayapura melaksanakan peninjauan peta lokasi, kemudian dilanjutkan dengan pengecekan langsung ke lahan yang direncanakan untuk dihibahkan.

Hingga saat ini, hibah tanah seluas 10 hektare tersebut belum memiliki kesepakatan final dari seluruh pihak keluarga pemilik hak ulayat. Keluarga besar Awoitauw direncanakan akan menggelar pertemuan adat untuk membahas dan memutuskan secara bersama penyerahan lahan dimaksud kepada Kodam XVII/Cenderawasih. (Redaksi Papua)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |