YAHUKIMO - Di balik tugas menjaga keamanan wilayah perbatasan, prajurit Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir terus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan humanis. Salah satunya dilakukan dengan menyambangi warga hingga ke area perkebunan di Kampung Kokamu, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Sabtu (13/6/2026).
Menyusuri jalan setapak menuju kebun-kebun milik warga, para prajurit Marinir menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan masyarakat yang tengah beraktivitas. Sapaan hangat, obrolan ringan, hingga diskusi mengenai kehidupan sehari-hari menjadi jembatan yang mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat di wilayah pedalaman Papua.
Bagi masyarakat Kampung Kokamu, kebun bukan sekadar lahan pertanian, melainkan sumber kehidupan yang menopang kebutuhan keluarga. Karena jarak antara pemukiman dan area perkebunan cukup jauh, sebagian warga bahkan membangun pondok sederhana untuk tempat beristirahat selama mengelola kebun mereka.
Kehadiran prajurit Marinir di tengah aktivitas warga mendapat sambutan hangat. Interaksi yang terjalin secara langsung dinilai mampu membangun rasa aman sekaligus memperkuat hubungan emosional yang selama ini telah terjalin dengan masyarakat.
Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir, Letkol Marinir T. Pristiyanto, S.E., M.Tr.Opsla., menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas di wilayah Papua.
"Kami ingin memastikan kehadiran prajurit tidak hanya dirasakan dalam aspek keamanan, tetapi juga melalui kedekatan dan kepedulian terhadap masyarakat. Membangun komunikasi yang baik dengan warga merupakan fondasi penting dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan harmonis, " ujar Letkol Marinir T. Pristiyanto.
Menurutnya, setiap prajurit harus mampu menjadi sahabat masyarakat, memahami kondisi sosial warga, serta memberikan kontribusi positif selama bertugas di wilayah penugasan.
Melalui kegiatan komunikasi sosial yang dilakukan secara rutin, Satgas Yonif 5 Marinir berupaya mendengar langsung berbagai aspirasi masyarakat sekaligus memahami tantangan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Wanimbo, salah seorang warga Kampung Kokamu mengaku senang dengan kehadiran para prajurit yang tidak segan mendatangi warga hingga ke kebun.
"Kami merasa senang karena bapak-bapak TNI mau datang melihat langsung kehidupan kami. Mereka selalu menyapa, berbicara dengan baik, dan membuat kami merasa dekat seperti keluarga sendiri, " ungkapnya.
Kegiatan sederhana tersebut menjadi bukti bahwa membangun kedamaian tidak selalu dilakukan melalui langkah besar. Di Papua, senyum, sapaan hangat, dan kehadiran yang tulus menjadi cara efektif untuk mempererat persaudaraan dan menumbuhkan kepercayaan.
Melalui pendekatan yang humanis dan penuh empati, Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir terus berkomitmen menjaga keamanan sekaligus membangun hubungan harmonis dengan masyarakat hingga ke pelosok-pelosok kampung di Papua Pegunungan.
(PERS)


















































