Dari Satu Saf di Desa Godo, TMMD Pati Rajut Kemanunggalan Lewat Ibadah dan Kebersamaan

10 hours ago 1

PATI - Di sela denting alat kerja dan aktivitas pembangunan desa, suasana hening penuh kekhusyukan menyelimuti sebuah masjid di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Jumat (25/4/2026). Prajurit dan warga berdiri sejajar dalam satu saf, menunaikan salat berjamaah sebuah potret sederhana yang mencerminkan eratnya hubungan antara TNI dan masyarakat.

Momentum ini menjadi bagian dari pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 yang digelar oleh Kodim 0718/Pati. Tak hanya fokus pada pembangunan fisik seperti jalan desa dan rehabilitasi rumah, TMMD juga menyentuh sisi sosial dan spiritual masyarakat.

Tanpa sekat, personel Satgas TMMD berbaur dengan warga. Seragam loreng yang dikenakan prajurit tak lagi menjadi pembeda, melainkan simbol kedekatan yang terjalin dalam kehidupan sehari-hari. Dalam satu barisan, mereka menunjukkan bahwa kebersamaan tidak hanya dibangun melalui kerja keras, tetapi juga melalui nilai-nilai keimanan.

Komandan Kodim 0718/Pati selaku Dansatgas TMMD, Letkol Arm Timotius Yogi, menegaskan bahwa kegiatan ibadah bersama merupakan bagian penting dari sasaran non-fisik TMMD.

“Ibadah berjamaah ini menjadi sarana mempererat komunikasi sosial. Di sinilah kedekatan antara TNI dan masyarakat terbangun secara alami, tidak hanya dalam pekerjaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, ” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan spiritual menjadi fondasi kuat dalam membangun hubungan yang harmonis, sekaligus menanamkan nilai kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat desa.

Usai ibadah, suasana hangat langsung terasa. Prajurit dan warga duduk bersama, berbincang santai mengenai perkembangan pembangunan hingga harapan ke depan bagi Desa Godo. Percakapan ringan itu menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperkuat ikatan sosial.

Sejumlah tokoh agama dan masyarakat setempat memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Mereka menilai kehadiran Satgas TMMD tidak hanya membawa perubahan fisik, tetapi juga memberi dampak positif dalam kehidupan sosial warga.

Salah satu warga, Ahmad, mengaku terinspirasi dengan kedisiplinan prajurit yang tetap menjaga kewajiban ibadah di tengah padatnya tugas.

“Kami melihat langsung bagaimana bapak-bapak TNI tetap disiplin beribadah. Ini menjadi contoh yang baik, khususnya bagi generasi muda di desa, ” tuturnya.

Ia berharap nilai-nilai yang ditunjukkan dalam kebersamaan tersebut dapat terus terjaga, bahkan setelah program TMMD selesai dilaksanakan.

Dari satu saf di masjid desa, terbangun lebih dari sekadar kebersamaan sesaat. Ia menjadi simbol kuat bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan hanya slogan, melainkan nyata hadir dalam setiap aspek kehidupan baik dalam pembangunan maupun dalam doa.

(Agung)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |