Di Balik Pembangunan TMMD Pati, Hangatnya Kebersamaan Prajurit dan Orang Tua Asuh

7 hours ago 4

PATI - Di tengah padatnya aktivitas pembangunan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128, terselip momen hangat yang memperlihatkan sisi humanis prajurit TNI. Suasana kekeluargaan begitu terasa saat personel Yon TP 888/Satria Sejati menikmati makan siang bersama orang tua asuh di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin (27/04/2026).

Bertempat di rumah sederhana milik Saparen dan Siti Aminah, para prajurit duduk bersama tanpa sekat. Hidangan sederhana yang tersaji bukan sekadar pengganjal lapar, tetapi menjadi simbol kedekatan emosional antara TNI dan masyarakat.

Usai bergelut dengan pekerjaan fisik seperti pengecoran jalan dan pembangunan infrastruktur lainnya, momen makan siang ini menjadi ruang jeda yang sarat makna. Canda tawa, obrolan ringan, hingga cerita keseharian mengalir hangat, mempererat hubungan yang terjalin selama masa penugasan.

Serka Ferian Deni Stiawan Danpos Yon TP 888/Satria Sejati yang juga tergabung Satgas TMMD mengungkapkan bahwa kehadiran keluarga asuh memberikan energi positif di tengah tugas yang menuntut fisik dan mental.

“Kami merasa seperti pulang ke rumah sendiri. Kehangatan dari orang tua asuh menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bekerja maksimal, ” ujarnya.

Sementara itu, Saparen mengaku bangga dapat menjadi bagian dari keluarga besar Satgas TMMD. Ia bersama istrinya dengan tulus membuka pintu rumah bagi para prajurit yang bertugas di desanya.

“Kami senang bisa berbagi, meski sederhana. Harapannya kebersamaan ini tidak hanya saat TMMD, tapi bisa terus terjalin sebagai saudara, ” tuturnya.

Kegiatan makan bersama ini menjadi salah satu wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat yang tidak hanya terlihat dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam hubungan sosial yang hangat dan penuh kepedulian.

Program TMMD ke-128 di Desa Godo tidak hanya meninggalkan jejak berupa infrastruktur, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, persaudaraan, dan gotong royong yang menjadi kekuatan utama dalam membangun desa.

Di balik kerasnya pekerjaan di lapangan, ada kehangatan yang mengikat menguatkan bahwa TNI bukan hanya hadir sebagai pelaksana tugas, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga masyarakat.

(Agung)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |