Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Massa Lempari Batu dan Botol ke Aparat

6 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Eksekusi lahan Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta Pusat, Kamis (18/6) berlangsung ricuh.

Pantauan CNNIndonesia.com, Massa melempari aparat dengan botol dan batu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kericuhan bermula saat aparat keamanan memasuki area drop off Hotel Sultan. Massa yang menolak eksekusi kemudian bertahan dan mengadang petugas.

Aparat memasuki area drop off usai panitera membacakan penetapan eksekusi. Dalam pembacaan itu, panitera lebih dulu memanggil pihak-pihak terkait. Termasuk, PT Indobuildco selaku termohon eksekusi.

Namun, setelah tiga kali dipanggil, pihak PT Indobuildco tak hadir. Selama pembacaan putusan itu, massa penolak eksekusi juga membentuk barisan di depan Hotel Sultan. Seorang orator juga terus menyampaikan orasinya dari atas mobil komando.

"Mengabulkan permohonan para Pemohon di atas. Dua, memerintahkan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat atau apabila ia berhalangan dapat menunjuk salah satu seorang juru sita yang cakap untuk itu dengan didampingi dua orang saksi dan apabila perlu dengan bantuan Kepolisian Negara Republik Indonesia atau alat-alat kekuasaan negara lainnya untuk melaksanakan eksekusi pengosongan," kata Panitera PN Jakpus Azhar.

"Dan mengembalikan kepada para Penggugat Rekonvensi, bidang tanah eks HGB 26/Gelora dan eks HGB 27/Gelora berikut bangunan dan segala sesuatu yang melekat di atasnya. Tiga, menetapkan biaya yang timbul dalam penetapan ini menurut hukum," imbuhnya.

Usai pembacaan penetapan. Aparat kemudian berjalan menuju ke area drop off Hotel Sultan. Di situlah kericuhan terjadi. Massa melempar batu dan botol ke arah petugas. Sementara aparat bertahan dengan menggunakan tameng untuk menghindari batu dan botol.

Selain itu, aparat keamanan juga menyiramkan Water Cannon untuk membubarkan massa.

(yoa/dis)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |