Gerebek Daycare di Yogyakarta, Polisi Tangkap 30 Orang

3 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Polresta Yogyakarta menangkap 30 orang saat menggerebek tempat penitipan anak atau daycare Little Aresya di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Jumat (24/4).

Tindakan hukum itu dilakukan setelah polisi mendapat laporan perihal dugaan penganiayaan anak di tempat tersebut.

"Alhamdulillah kemarin juga kita telah mengamankan sekitar 30 orang," ujar Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, dikutip dari Detikcom, Sabtu (25/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puluhan orang yang terdiri dari pengasuh, pimpinan yayasan, hingga satu orang petugas keamanan hingga kini masih menjalani proses pemeriksaan.

"Dari tadi malam sampai dengan detik ini juga masih dilakukan pemeriksaan pendalaman oleh unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak)," kata Adrian.

Adrian menambahkan penyidik masih akan melengkapi berkas dan melakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka dalam kasus ini.

"Ada masukan-masukan dari beberapa para kanit sehingga unit PPA butuh melakukan pendalaman lagi. Setelah ini kami lakukan gelar perkara penetapan tersangka," pungkasnya.

Tempat penitipan anak di Kota Yogyakarta ini viral setelah polisi melakukan penggerebekan atas dugaan penganiayaan terhadap anak.

Salah satu orang tua balita, Aldewa (30), asal Mergangsan, Kota Yogyakarta, mengaku anaknya yang kini berusia tiga tahun telah dititipkan di tempat penitipan tersebut selama lebih dari enam bulan. Dia mengungkapkan, lebam sempat terlihat di bagian lutut kanan anaknya sekitar sepekan lalu.

"Pernah ada lebam di lutut kanan. Waktu itu saya pikir karena jatuh atau terdorong temannya," ujar Aldewa saat ditemui di Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Sabtu (25/4), dikutip dari detikJogja.

Selain itu, Aldewa juga mengaku anaknya kerap menangis setiap hendak berangkat ke tempat penitipan tersebut. Namun, ia sempat menganggap hal tersebut sebagai hal wajar bagi anak seusia tiga tahun.

"Kalau pagi mau berangkat itu selalu nangis. Saya kira biasa, anak kecil memang kadang takut atau belum mau sekolah," katanya.

(ryn/sur)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |