Gibran Minta Maaf Penanganan Gempa NTT Masih Banyak Kekurangan

8 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Presiden Gibran Rakabuming menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat terkait penanganan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih ada kekurangan.

Permintaan maaf disampaikan Gibran saat hadir di tengah warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka. Didampingi Menko PMK Pratikno, Kepala BNPB Suharyanto, dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Gibran meninjau langsung posko pengungsian di Stadion Gelora Samador, Maumere, Kamis (20/8)

Di posko pengungsian, Gibran menyapa dan berdialog langsung dengan warga, termasuk menanyakan kondisi serta kebutuhan mendesak yang diperlukan. Ia juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang kehilangan keluarga akibat bencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila sampai saat ini masih banyak kekurangan di lapangan. Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Karena itu, seluruh langkah penanganan darurat harus memprioritaskan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat," kata Gibran dalam keterangan tertulis.

Gibran menyampaikan telah meminta jajaran pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan bantuan menyentuh seluruh masyarakat terdampak.

Ia meminta kebutuhan dasar, mulai dari makanan, air bersih, toilet, obat-obatan, hingga layanan kesehatan dan kebutuhan mendesak lainnya harus benar-benar sampai, termasuk kepada masyarakat di wilayah yang sulit diakses seperti pemukiman di pegunungan.

"Ini adalah tanggung jawab negara. Saya juga meminta perhatian khusus diberikan kepada ibu hamil dan menyusui, lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak. Mereka harus didata, dipantau, dan mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhannya," ujarnya.

Ia mengatakan masyarakat tidak akan dibiarkan menghadapi dampak bencana sendirian. Sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan hadir dan memastikan penanganan darurat serta proses pemulihan pascabencana dilakukan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.

"Pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin untuk menangani masa tanggap darurat sekaligus mempersiapkan pemulihan pascabencana. Masyarakat NTT tidak sendirian. Negara hadir dan akan terus bersama masyarakat," ujarnya.

Ia juga berpesan kepada para pengungsi agar untuk sementara tidak kembali ke rumah masing-masing yang mengalami kerusakan, mengingat potensi gempa susulan masih tinggi. Ia juga memastikan rumah warga, sekolah, serta berbagai fasilitas umum yang terdampak akan segera diperbaiki.

"Bapak, Ibu, di sini dulu, ya. Ada gempa susulan. Kita pastikan nanti rumah yang rusak, sekolah-sekolah, tempat-tempat [lainnya], nanti kita perbaiki," katanya

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 75 jiwa. Data ini merupakan hasil update terkini BNPB pada Kamis (20/8) pukul 16.00 WIB.

(yoa/isn)

placeholder

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |