LANNY JAYA - Di tengah dinginnya udara pegunungan Papua Pegunungan, sebuah honai sederhana di Kampung Wamitu, Distrik Goa Balim, Kabupaten Lanny Jaya, pada Jumat (6/3/2026) menjadi saksi bisu kehangatan yang tak terduga. Prajurit Satgas Yonif 408/Suhbrastha (Sbh) Pos Wamitu duduk melingkar bersama warga, api unggun kecil menerangi wajah-wajah yang penuh senyum dalam sebuah kegiatan anjangsana yang menghapus jarak.
Percakapan mengalir lepas, tanpa sekat, menciptakan simfoni keakraban di antara para prajurit dan penduduk setempat. Anak-anak kampung tak canggung mendekat, sebagian memamerkan senyum malu, sebagian lagi berceloteh riang sambil menghangatkan tangan di dekat api yang menjulang. Momen ini adalah potret nyata dari pendekatan komunikasi sosial yang rutin dijalankan oleh Satgas Yonif 408/Sbh.
Kapten Inf Indra, Danpos Wamitu Satgas Yonif 408/Sbh, menegaskan makna mendalam di balik pertemuan sederhana ini.
"Kami hadir di sini bukan hanya menjalankan tugas negara, tetapi juga merawat persaudaraan dengan masyarakat. Kehangatan di dalam honai ini mengingatkan kami bahwa TNI kuat karena bersama rakyat. Kami ingin masyarakat merasa aman, nyaman, dan tidak pernah sendiri, " kata Kapten Indra.
Sambutan hangat dari warga tak pelak membuat para prajurit merasa dihargai. Salah seorang tokoh masyarakat Kampung Wamitu mengungkapkan rasa harunya.
"Kami senang bapak-bapak tentara datang duduk bersama kami. Di sini udaranya dingin, tetapi kalau sudah berkumpul seperti ini hati terasa hangat. Kami merasa diperhatikan, " ungkapnya.
Senyum warga dan tawa anak-anak yang terdengar di antara nyala api yang meredup menjadi bukti nyata eratnya hubungan yang terjalin. Kebersamaan di dalam honai itu melampaui sekadar kunjungan, ia menjadi jembatan hati yang memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Satgas Yonif 408/Sbh melalui kegiatan anjangsana ini kembali menunjukkan komitmennya. Kehadiran mereka di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga untuk merawat persaudaraan dan membangun rasa saling percaya di Tanah Papua.











































