INTAN JAYA - Di tengah hijaunya perbukitan Papua Tengah, sebuah momen penuh kehangatan merebak di Kampung Soanggama, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya. Setelah merayakan ibadah Minggu, warga setempat tak serta merta pulang ke rumah. Sebaliknya, mereka berbondong-bondong menuju Pos Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 315/Garuda, membawa serta hasil bumi yang mereka rawat dari tanah sendiri.
Bukan harta berlimpah atau barang mewah yang dipersembahkan. Ada yang datang dengan segenggam sayuran segar, ada pula yang membawa keranjang berisi buah-buahan ranum. Namun, di balik kesederhanaan persembahan itu, tersimpan makna yang jauh lebih dalam: sebuah ikatan kepercayaan, jalinan persaudaraan, dan luapan kasih sayang tulus untuk para prajurit yang mengabdikan diri di tanah mereka.
Peristiwa mengharukan ini terjadi pada Senin, (15/6/2026). Masyarakat Kampung Soanggama dengan sukarela mengunjungi Pos Soanggama, membawa buah tangan dari kebun mereka sebagai ungkapan rasa hormat dan terima kasih atas kebersamaan yang terjalin dengan personel Satgas Yonif 315/Garuda.
Kapten Inf Wetrianto, Komandan Titik Kuat (TK) Soanggama, menyambut langsung kehadiran warga. Sorot matanya tak dapat menyembunyikan rasa haru atas perhatian yang diberikan.
"Apa yang diberikan masyarakat bukan dilihat dari jumlah atau nilainya, tetapi dari ketulusan yang menyertainya. Ini menjadi bukti bahwa hubungan antara Satgas dan masyarakat terjalin dengan sangat baik. Kepercayaan seperti ini adalah amanah yang harus kami jaga, " ujar Kapten Inf Wetrianto.
Suasana hangat menyelimuti pertemuan singkat tersebut. Tanpa seremoni megah, hanya ada interaksi sederhana namun penuh makna, yang menggambarkan eratnya hubungan antara TNI dan masyarakat di penjuru negeri.
Gerimis Lewiya, seorang tokoh masyarakat, intelektual, sekaligus Bapak Gembala Kampung Soanggama, menegaskan bahwa inisiatif ini murni datang dari hati warga, tanpa ada paksaan sedikit pun.
"Kami hanya membawa sedikit hasil kebun yang kami tanam sendiri. Semoga bapak-bapak TNI berkenan menerimanya. Kami memberikan dengan ikhlas karena selama ini mereka sudah sangat baik kepada masyarakat, " ungkap Gerimis Lewiya.
Lebih dari sekadar menyerahkan hasil panen, warga juga menyatakan kesiapan mereka untuk turut serta membantu memenuhi segala kebutuhan Pos Soanggama jika memang diperlukan. Harapan mereka, kehadiran Satgas Yonif 315/Garuda dapat terus menjadi penopang terciptanya situasi yang aman dan damai, sehingga roda pembangunan di kampung mereka dapat berjalan lebih lancar.
Secara terpisah, Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 315/Garuda, Letkol Inf Ilham M.S.S., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas ketulusan masyarakat yang telah menunjukkan semangat persaudaraan kepada para prajuritnya.
"Bukan soal seberapa banyak yang diberikan, tetapi tentang makna di balik pemberian tersebut. Ketulusan masyarakat Soanggama menunjukkan adanya rasa saling percaya yang tumbuh antara warga dan Satgas. Kepercayaan ini akan kami balas dengan dedikasi dan semangat pengabdian untuk menjaga keamanan serta membantu masyarakat mewujudkan kampung yang damai, produktif, dan sejahtera, " tegas Letkol Inf Ilham.
Di tengah segala tantangan yang kerap mewarnai kehidupan di pegunungan Papua, kisah dari Kampung Soanggama ini menjadi pengingat nyata bahwa hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat bisa tumbuh subur berkat kepedulian, komunikasi yang terbuka, dan rasa saling menghargai yang mendalam.
Segenggam sayur dan seikat buah, mungkin bagi sebagian orang terlihat begitu sederhana. Namun bagi masyarakat Soanggama dan para prajurit Yonif 315/Garuda, pemberian itu adalah simbol kokoh yang menegaskan bahwa persaudaraan dan kepercayaan adalah pondasi utama dalam membangun masa depan Papua yang aman, damai, dan penuh harapan.
(PERS)


















































