Heboh Dugaan Bom di Gereja Kingmi Intan Jaya, Hasil Investigasi Ungkap Fakta Mengejutkan

15 hours ago 9

INTAN JAYA - Kabar mengenai dugaan bom yang ditemukan di lingkungan Gereja Kemah Injil (Kingmi) Jemaat Sion Jaindapa, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, sempat memicu kekhawatiran masyarakat dan menjadi perbincangan luas di media sosial. Namun, hasil investigasi yang dilakukan sejumlah pihak memastikan benda mencurigakan tersebut bukan bahan peledak seperti yang sempat dikhawatirkan.

Temuan benda yang awalnya diduga bom itu berada di bawah kolong pintu masuk Gereja Kingmi Jemaat Sion Jaindapa pada Selasa (2/6/2026). Informasi yang beredar kemudian berkembang menjadi berbagai spekulasi di tengah masyarakat, bahkan memunculkan tudingan yang mengaitkan keberadaan benda tersebut dengan pihak tertentu.

Untuk memastikan fakta sebenarnya, Tim Peduli Kemanusiaan Kabupaten Intan Jaya melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi. Tim yang dipimpin Ketua Tim Peduli Kemanusiaan Kabupaten Intan Jaya, Yoakim Mujizau, S.STP, melakukan pengecekan fisik terhadap benda tersebut.

Hasil pemeriksaan menunjukkan benda yang ditemukan merupakan biji besi berukuran kecil yang lazim digunakan sebagai komponen toki atau alat pemukul lonceng gereja untuk menghasilkan suara saat ibadah berlangsung.

"Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, benda tersebut bukan bahan peledak. Itu merupakan biji besi yang biasa digunakan sebagai bagian dari toki lonceng gereja, " kata Yoakim Mujizau.

Sebelumnya, temuan benda mencurigakan itu mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk jajaran Gereja Kingmi. Sekretaris Umum Gereja Kingmi Sinode Papua, Pdt. Dominggus Pigai, M.Th., meminta agar dilakukan investigasi secara menyeluruh guna memastikan fakta yang sebenarnya dan menghindari berkembangnya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut keterangan pihak gereja, benda tersebut ditemukan ketika sejumlah jemaat kembali ke Kampung Jaindapa untuk melakukan kerja bakti membersihkan gereja, rumah warga, serta kebun yang telah lama ditinggalkan akibat situasi keamanan di wilayah tersebut.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa hasil pemeriksaan telah memastikan benda tersebut tidak memiliki unsur maupun mekanisme yang berkaitan dengan bahan peledak.

"Kami pastikan benda yang ditemukan di area gereja bukan bom. Setelah dilakukan pemeriksaan, benda tersebut merupakan biji besi yang biasa digunakan sebagai toki lonceng gereja. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang, " tegas Wirya. Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, penyebaran informasi yang belum terkonfirmasi berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan dapat mengganggu situasi keamanan yang saat ini mulai kondusif.

Pasca hasil investigasi tersebut, kondisi di Kampung Jaindapa, Distrik Agisiga, dilaporkan tetap aman dan terkendali. Aktivitas masyarakat serta kegiatan keagamaan di gereja berjalan sebagaimana mestinya.

Koops TNI Habema bersama aparat keamanan dan tokoh masyarakat setempat terus melakukan pemantauan guna memastikan situasi tetap kondusif serta memberikan rasa aman bagi warga yang kembali beraktivitas di wilayah tersebut.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkan sebuah kabar, terutama yang berkaitan dengan isu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Autentikasi: Koops TNI Habema 

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |