PURWOREJO - Senyum anak-anak Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menjadi gambaran sederhana dampak pembangunan jalan rabat beton dalam program TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo. Sabtu (8/8/2026), anak-anak tampak lebih leluasa melintasi jalan yang kini semakin halus dan lebar.
Jalan tersebut merupakan salah satu sasaran fisik TMMD yang dikerjakan Satgas bersama masyarakat. Sebelum dibangun, akses tersebut belum memadai untuk mendukung aktivitas warga sehari-hari, termasuk perjalanan anak-anak menuju sekolah.
Kini, jalan yang mulai dapat dimanfaatkan itu menghadirkan perubahan yang langsung dirasakan warga. Anak-anak terlihat berjalan dan melintas dengan riang, sementara aktivitas masyarakat di sekitar lokasi pembangunan terus berlangsung.
Danramil 10 Bruno Kapten Inf Eko Setiawan mengatakan, pembangunan jalan memang diarahkan untuk mempermudah mobilitas masyarakat, termasuk anak-anak yang menggunakan akses tersebut dalam aktivitas sehari-hari.
“Alhamdulillah, jalan yang kita bangun melalui TMMD ini sudah mulai bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Anak-anak sekarang bisa melintas dengan lebih nyaman, jalannya lebih halus dan lebar, ” ujar Eko Setiawan.
Menurutnya, keceriaan anak-anak setelah jalan mulai dapat digunakan menjadi motivasi bagi Satgas untuk menuntaskan pembangunan dengan hasil terbaik.
“Melihat anak-anak bisa berjalan dengan senang dan nyaman menjadi kebahagiaan bagi kami. Inilah salah satu tujuan TMMD, menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat, ” tambahnya.
Pembangunan jalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga menyentuh aktivitas sehari-hari masyarakat Watuduwur. Akses yang lebih baik diharapkan mendukung mobilitas warga serta memberikan kemudahan bagi anak-anak dalam menuju sekolah.
Semangat gotong royong antara Satgas TMMD dan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pembangunan. Dari jalan yang dibangun bersama, tumbuh harapan baru bagi warga Desa Watuduwur untuk memiliki akses yang semakin nyaman dan mendukung aktivitas mereka.
Bagi anak-anak Watuduwur, jalan rabat beton itu bukan sekadar hamparan beton baru. Jalan tersebut menjadi akses menuju sekolah, tempat bermain, dan bagian dari perjalanan mereka mengejar cita-cita.
(Agung)


















































