Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) buka suara terkait meninggalnya Myta Aprilia Azmy, dokter internship yang bertugas di Rumah Sakit KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi, diduga akibat beban kerja yang terlalu berat.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan dr. Azhar Jaya mengaku sudah mendapatkan informasi tersebut. Ia mengetahui yang bersangkutan sebelumnya tengah jatuh sakit hingga terkonfirmasi kabar terakhir meninggal dunia.
"Pasien sebelumnya sudah dirawat, tapi kondisi memburuk dan akhirnya meninggal," kata pria yang akrab disapa Pak Aco tersebut seperti dikutip dari detikcom, Sabtu (2/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, terkait dugaan bullying dan beban jam kerja tak wajar, kata Aco, pihaknya baru menerima informasi tersebut. Azhar mengatakan pihaknya masih mendalami keterangan tersebut dan terbuka dengan investigasi lanjutan.
"[Soal kabar bullying] ini kita baru dengar, kita dalami dulu, jika terbukti benar, maka kami tutup. Tapi soal sanksi kepada individunya, ya masuk ke Majelis Disiplin Profesi (MDP), jika memang ada indikasi ke sana," ucap dia.
Dalam surat dari Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) kepada Kemenkes, selain beban kerja yang tak manusiawi, Myta juga disebut mendapat perundungan secara verbal
"Adanya beban kerja yang tidak manusiawi [3 bulan tanpa libur di bangsal/IGD] dan pembiaran dokter internship bekerja tanpa supervisi dokter definitif, yang secara jelas melanggar aturan Kemenkes mengenai status dokter internship sebagai dokter magang, bukan pekerja tetap rumah sakit," demikian poin pertama yang tertera dalam surat.
Kedua, Ikatan Alumni FK Unsri mencatat ada kelalaian medik dan pengabaian klinis. Hal ini dilatarbelakangi laporan almarhumah Myta, yang tetap dipaksa masuk, yakni jaga malam meski kondisi tengah sesak napas berat hingga demam tinggi.
"Bahkan ditemukan fakta adanya saturasi oksigen yang menyentuh angka 80 persen sebelum akhirnya mendapatkan pengobatan yang layak," ujarnya.
Berdasarkan beberapa bukti yang diklaim didapatkan Ikatan Alumni FK Unsri, sejumlah oknum pembimbing juga disebut sengaja merahasiakan kondisi almarhumah agar masa internship tidak diperpanjang. Dugaan bullying secara verbal juga dialami mendiang Myta.
"Narasi gaslighting yang menyerang mentalitas dokter internship seperti sebutan generasi Z lembek saat mereka menyuarakan hak dasar kesehatan," tutup poin kekhawatiran dugaan perundungan.
Baca lengkapnya di sini.
(dis/har)
Add
as a preferred source on Google

22 hours ago
19
















































