Surabaya, CNN Indonesia --
KMP Mutiara Sentosa II yang terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (2/8), diduga tak memiliki sekoci atau perahu penyelamat yang biasa digunakan dalam keadaan darurat.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyebut dugaan tersebut diperkuat tim SAR belum menemukan sekoci maupun kapal karet di sekitar lokasi kebakaran, maupun di sisi kanan, kiri, depan, hingga belakang badan KMP Mutiara Sentosa II.
"Iya, sementara tidak menemukan [sekoci di KMP Mutiara Sentosa] itu, ya," kata Syafii saat ditemui di posko terpadu di Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (3/8)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak adanya sekoci itulah yang memicu para penumpang dan awak kapal justru menyelamatkan diri dengan melompat ke laut, hanya dengan bekal life vest atau rompi pelampung.
Syafii menjelaskan, hampir seluruh korban yang ditemukan dalam kondisi selamat, mereka menggunakan life vest. Begitu juga korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
"Artinya bahwa semua korban yang kita evakuasi itu dalam kondisi menggunakan life vest. Artinya itu. Sehingga pada saat misalkan ada yang meninggal pada saat dievakuasi itu pun terapung dalam kondisi memakai life vest," ujarnya.
Selain sekoci, status keberadaan kapal KMP Mutiara Sentosa II hingga kini belum bisa dipastikan. Syafii mengatakan kapal itu tidak terlihat lagi saat tim SAR kembali ke lokasi usai mengantarkan korban ke sejumlah titik evakuasi.
"Memang saat kembali ke lokasi, kapal tersebut tidak terlihat. Tapi kita belum men-declare hilang," katanya.
Ia menambahkan, kemungkinan kapal terbawa arus turut menjadi salah satu pertimbangan pihaknya sebelum memastikan status akhir pencarian korban.
"Bisa mungkin terbawa arus atau bisa apa. Makanya kita akan yakinkan tentang korban ini apakah terkonfirmasi 100 persen sudah ketemu atau belum. Di situ nanti kita akan jadikan dasar," ujarnya.
Sebelumnya, Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa II dilaporkan terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, Minggu (2/8). Kapal dengan rute Surabaya-Makassar tersebut mengangkut sekitar 250 orang penumpang saat insiden terjadi.
Informasi awal kebakaran kapal diterima petugas siaga Kantor SAR Surabaya dari Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.24 WIB. Selang satu menit kemudian, pihak PT Atosim Lampung Pelayaran selaku operator kapal turut memberikan konfirmasi kepada petugas siaga.
Menurut keterangan yang diperoleh dari pihak perusahaan kapal, nakhoda sempat melaporkan kebakaran terjadi di ujung utara Madura pada kisaran pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Komunikasi dengan nakhoda kemudian terputus dan tidak dapat dihubungi kembali.
Tim SAR langsung bergerak melakukan sejumlah langkah koordinasi begitu informasi diterima. Pada pukul 08.30 WIB, Kantor SAR Surabaya berkoordinasi dengan Syahbandar Tanjung Perak untuk memastikan posisi terakhir kapal. Koordinasi berlanjut pada pukul 09.00 WIB antara Pos SAR Sumenep dengan Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget.
Hasil komunikasi SROP dengan Kapal Meratus Project 3 yang berada di sekitar lokasi kejadian pada pukul 09.45 WIB memastikan posisi KMP Mutiara Sentosa 2 berada 19 mil laut di utara Pulau Buruan, Sapudi.
Hingga pukul 08.40 WIB, Senin (3/8), total 234 orang penumpang KMP Mutiara Sentosa II. Sebanyak 229 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan lima orang ditemukan meninggal dunia.
(frd/isn)

3 hours ago
1

















































