Korban Banjir Aceh Cuma Butuh 2 Hari Perbaiki Mandiri Jembatan Rusak

4 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Warga Desa Tetingi, Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, hanya membutuhkan waktu dua hari untuk memperbaiki jembatan gantung yang rusak akibat diterjang banjir bandang agar kembali dapat dilalui masyarakat.

Kepala Desa Tetingi Mahmud (41) mengatakan bahwa perbaikan jembatan tersebut dilakukan secara swadaya melalui gotong royong warga desa.

"Gotong royong dari warga untuk memenuhi kebutuhan supaya apa pun kebutuhan di seberang bisa terbawa kemari. Gotong royong dua hari kami perbaiki," kata dia mengutip Antara, Senin (16/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan bahwa jembatan gantung dengan panjang sekitar 20 meter tersebut sebelumnya dibangun pemerintah pada 1994 dan tidak pernah mengalami perbaikan hingga akhirnya dilakukan pembaruan sebagian pada 2021 melalui anggaran dana desa.

Saat itu, kata dia, pemerintah desa mengganti papan jembatan dengan rangka besi agar lebih aman digunakan masyarakat.

Namun, jembatan tersebut kembali mengalami kerusakan tiang penyangga patah dan lantainya putus setelah banjir bandang melanda desa tersebut pada 26 November 2025 sehingga warga berinisiatif memperbaikinya secara mandiri agar dapat digunakan.

Berdasarkan pendataan tim pemerintah desa, Desa Tetingi dihuni sebanyak 133 kepala keluarga dengan total 418 jiwa. Mereka seluruhnya menjadi korban terdampak bencana banjir dan membutuhkan jembatan untuk beraktivitas.

Menurut Mahmud, perbaikan yang dilakukan warga bersifat darurat agar akses masyarakat tidak sepenuhnya terputus, terutama untuk membawa kebutuhan dari wilayah seberang sungai dan anak-anak bersekolah.

"Pasca bencana belum ada pembangunan sama sekali, jadi ini hasil tangan masyarakat agar bisa dilalui sementara," ujarnya.

Ia menambahkan bahan-bahan yang digunakan untuk perbaikan jembatan sebagian berasal dari dukungan anggaran perubahan APBDes yang digunakan untuk membantu penyediaan material.

Meski sudah bisa digunakan, jembatan tersebut hanya dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua dengan pengamanan tambahan.

"Untuk kendaraan roda dua bisa dilalui, tapi harus dibantu beberapa orang sebagai pengaman, seperti ditandu," kata Mahmud, seraya berharap pemerintah pusat melalui TNI/Polri dapat segera melakukan perbaikan permanen terhadap jembatan tersebut mengingat perannya yang penting sebagai akses penghubung bagi warga yang bermukim di dataran tinggi Gayo Lues tu.

(tim/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |