Marinir Yonif 5 Dekat Warga Yahukimo Lewat Tradisi Pinang

18 hours ago 4

YAHUKIMO - Dalam tugas menjaga kedaulatan negeri di tanah Papua, prajurit Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–PNG Mobile dari Batalyon Infanteri 5 Marinir menemukan cara unik untuk merajut kedekatan dengan masyarakat. Di jantung Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Minggu (1/3/2026), suasana pasar tradisional mendadak hangat. Kehadiran para prajurit yang akrab berbaur dengan para penjual pinang di pasar setempat menjadi pemandangan yang mengharukan.

Interaksi sederhana ini bukanlah sekadar transaksi jual beli, melainkan sebuah simbol nyata dari pendekatan humanis yang senantiasa diusung oleh Satgas selama menjalankan misi mereka. Bagi masyarakat Papua, pinang lebih dari sekadar barang dagangan; ia adalah akar budaya yang mengikat erat kebersamaan, persaudaraan, dan bahkan menjadi lambang penghormatan tulus kepada setiap tamu yang datang.

Pasar Dekai, dengan hamparan tumpukan pinang yang menjadi nadi ekonominya, menjadi saksi bisu denyut kehidupan masyarakat lokal. Ketika para prajurit Marinir terlihat turut serta dalam aktivitas jual beli pinang, hal ini bukan hanya menunjukkan apresiasi terhadap kearifan lokal, tetapi juga merupakan bentuk dukungan konkret bagi para pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir, Letkol Marinir T. Pristiyanto, S.E., M.Tr.Opsla., menegaskan esensi dari setiap langkah yang diambil pasukannya. Ia meyakini bahwa pendekatan teritorial yang menyentuh hati harus berjalan seiring dengan tugas pokok pengamanan wilayah.

“Kami melaksanakan tugas operasi dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis. Kehadiran prajurit harus memberi rasa aman sekaligus membawa manfaat bagi masyarakat, ” ujar Letkol Marinir T. Pristiyanto.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya kesiapan dan profesionalisme setiap personel yang bertugas di medan yang penuh tantangan ini.

“Saya tekankan kepada setiap prajurit agar selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan mengutamakan prosedur operasional dalam setiap pelaksanaan tugas, ” tegasnya.

Para pedagang di Pasar Dekai pun merasakan langsung dampak positif dari kedekatan ini. Mereka mengungkapkan bahwa interaksi langsung dengan para prajurit menciptakan atmosfer yang lebih akrab, menumbuhkan rasa saling percaya yang semakin kuat. Tak jarang, selain bertransaksi, para prajurit juga turut membantu aktivitas ringan di pasar, sebuah bentuk komunikasi sosial yang sangat berharga.

Langkah sederhana seperti membeli pinang ini ternyata menyimpan makna strategis yang mendalam dalam membangun ikatan emosional. Di tengah dinamika dan kompleksitas wilayah Papua Pegunungan, pendekatan yang berakar pada budaya menjadi jembatan kokoh yang mempererat hubungan antara aparat negara dan masyarakat yang mereka layani.

Melalui sentuhan-sentuhan kecil yang sarat makna, Satgas Yonif 5 Marinir membuktikan bahwa menjaga stabilitas wilayah tidak hanya mengandalkan kekuatan senjata, tetapi juga melalui penghormatan yang tulus terhadap tradisi dan identitas budaya masyarakat setempat, menciptakan kedamaian dari hati ke hati.

(Wartamiliter)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |