Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengakui pemulihan dampak bencana hidrometrologi di sejumlah wilayah di Pulau Sumatra beberapa waktu lalu tak bisa selesai dalam waktu satu tahun.
Ia mengatakan wilayah terdampak bencana itu sangatlah luas.
"Jujur saja luasnya dampak ini memerlukan waktu tidak bisa diselesaikan waktu setahun aja, kita kan masuk bulan sembilan, sekarang dari November, Agustus ini. Sembilan bulan enggak mungkin semuanya total, enggak bisa saya jamin enggak akan bisa," ucap Tito dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (5/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tito menyampaikan permasalahan yang dihadapi di lapangan beragam. Ia mencontohkan misalnya di Aceh Utara, di mana di kotanya seakan tak terdampak, namun masalahnya sangat kompleks jika masuk ke wilayah pedalaman.
"Kayu bertumpuk, kemudian rumah hancur, tiang roboh, sekolah ditimpa kayu," ujarnya.
Meski begitu, Tito menyampaikan pemerintah terus melakukan upaya maksimal mengatasi persoalan ini.
Ia juga menyampaikan sejumlah pencapaian yang telah dilakukan pemerintah dalam mengatasi permasalahan.
Tito melaporkan misalnya rumah sakit yang seluruhnya telah beroperasi.
Kemudian, sekolah, dari 4.922 bangunan terdampak, sudah kembali ke sekolah asal sebanyak 4.834 bangunan.
"Kita akuin ada kelas darurat karena mereka pakai gedung-gedung yang ada, punya pemerintah, enggak ideal untuk sekolah tapi yang penting jalan dulu, di tenda betul masi ada tenda, kenapa? umumnya yang di tenda ini yang betul-betul hancur, hanyut di pinggir sungai. Jadi kita perlu tanah untuk relokasi dan setelah itu, cari tanah juga kadang enggak mudah," ujarnya.
(fra/mnf/fra)

5 hours ago
1















































