Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, meminta Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mempertahankan sistem rekrutmen yang bersih. Hal ini disampaikannya dalam pembekalan calon wisudawan di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (22/7).
Tito menyebut sistem penerimaan yang transparan dan akuntabel sangat penting bagi keberlangsungan lembaga. Langkah tersebut dinilai mampu mendongkrak kinerja organisasi secara optimal.
"Rekrutmen yang salah menyumbang 60 persen kegagalan. Rekrutmen yang benar menyumbang 60 persen keberhasilan organisasi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, Tito mengingatkan seluruh jajaran terkait untuk menghindari praktik suap. Pemerintah tidak akan segan menindak tegas pihak yang melanggar aturan penerimaan calon praja.
Praktik transaksional dalam penerimaan dinilai berdampak buruk pada kualitas lembaga. Tindakan tersebut pada akhirnya hanya akan merugikan organisasi secara keseluruhan.
"Saya tidak mau ada bayar membayar, kalau ada pasti akan saya tindak tegas. Tidak ada bermain seperti itu karena akan merugikan organisasi," katanya.
Tito kemudian melakukan pengecekan acak untuk menguji transparansi proses pendidikan secara langsung. Ia memanggil sepuluh calon wisudawan terbaik untuk berbincang akrab di atas panggung.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan para lulusan berprestasi tidak hanya berasal dari kalangan tertentu. Fakta di lapangan menunjukkan banyak praja berprestasi datang dari keluarga pekerja dan aparat berpangkat rendah.
"Saya merasa bangga dengan IPDN, artinya proses belajar-mengajarnya benar. Ada anaknya buruh, ada orang kecil, ada yang TNI-Polri tetapi tidak tinggi," tuturnya.
Kondisi ini dinilai serupa dengan proses kelulusan pada tahun sebelumnya. Sebagian besar lulusan terbaik saat itu juga berasal dari masyarakat kelas menengah ke bawah.
Sistem murni tanpa suap membuat pemerintah merasa lega dan bangga terhadap institusi pendidikan ini. Kesempatan belajar terbuka bagi seluruh putra-putri bangsa secara merata.
"Tahun lalu saya masih ingat, sembilan dari sepuluh [yang terbaik berasal] dari low middle class. Di sini betul-betul murni, tidak ada sogok-menyogok. Itu yang membuat saya datang ke sini dengan hati yang lega," tandas Tito.
Sebagai informasi, IPDN akan melantik total 1.204 praja dari berbagai wilayah di Indonesia pada tahun ini. Jumlah tersebut terdiri atas 728 laki-laki dan 476 perempuan.
(rir)
Add
as a preferred source on Google

6 hours ago
4

















































