YAHUKIMO - Di tengah tugas menjaga keamanan wilayah perbatasan RI–PNG, prajurit Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir menunjukkan sisi humanisnya. Saat melaksanakan patroli di Kampung Moroku, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (9/7/2026), para prajurit menyempatkan diri menyapa anak-anak yang baru pulang sekolah dan berbagi makanan ringan.
Momen sederhana itu seketika mengubah suasana menjadi penuh kehangatan. Anak-anak berlarian menyambut kedatangan prajurit Marinir dengan wajah ceria. Tawa dan senyum mereka semakin merekah ketika menerima jajanan yang dibagikan secara langsung oleh para personel Satgas.

Bagi anak-anak Kampung Moroku, perhatian kecil tersebut menjadi pengalaman yang membahagiakan. Sementara bagi para prajurit, senyum tulus dari anak-anak menjadi penyemangat dalam menjalankan tugas pengamanan di wilayah yang memiliki tantangan geografis cukup berat.
Kegiatan itu menjadi bagian dari pendekatan humanis yang terus dilakukan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir untuk membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat, terutama generasi muda Papua.
Selain menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan, prajurit Marinir juga berupaya menghadirkan rasa aman, kedekatan, dan kepedulian sosial melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan yang menyentuh langsung kehidupan warga.
Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir, Letkol Marinir T. Pristiyanto, S.E., M.Tr.Opsla., mengatakan setiap prajurit tidak hanya dituntut profesional dalam menjalankan tugas operasi, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi dan kepercayaan masyarakat.
"Kehadiran prajurit harus membawa rasa aman sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. Tindakan sederhana seperti menyapa dan berbagi dengan anak-anak merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan emosional antara TNI dan warga Papua, " ujar Letkol Marinir T. Pristiyanto.

Ia menegaskan bahwa seluruh personel tetap mengedepankan prosedur operasi dan kesiapsiagaan selama bertugas, sembari terus menjalankan pembinaan teritorial melalui pendekatan yang humanis.
"Saya tekankan kepada setiap prajurit agar selalu meningkatkan kesiapsiagaan, mengutamakan prosedur operasional dalam setiap pelaksanaan tugas, serta menjaga kepercayaan masyarakat melalui sikap yang santun dan penuh kepedulian, " tegasnya.
Aksi sederhana tersebut kembali menunjukkan bahwa tugas prajurit di perbatasan bukan semata menjaga kedaulatan negara, tetapi juga menumbuhkan harapan, semangat, dan kebersamaan bersama masyarakat. Di Kampung Moroku, senyum anak-anak yang merekah menjadi gambaran bahwa perhatian kecil dapat menghadirkan kebahagiaan yang begitu besar.
(PERS)


















































