Pangdam Diponegoro Ikuti Pengesahan Doktrin Baru TNI 'Perisai Trisula Nusantara', Jadi Acuan Hadapi Ancaman Modern

1 day ago 18

SEMARANG - Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin mengikuti pengesahan Doktrin TNI Perisai Trisula Nusantara (PTN) yang dipimpin langsung Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Doktrin baru tersebut menjadi pedoman strategis bagi seluruh prajurit TNI dalam menghadapi dinamika ancaman pertahanan yang terus berkembang di era perang modern.

Kegiatan yang dikemas melalui video conference (Vicon) itu berlangsung di Ruang Bina Yudha, Markas Kodam IV/Diponegoro, Kota Semarang, Kamis (2/7/2026). Pangdam didampingi para Pejabat Utama (PJU) Kodam IV/Diponegoro, sementara seluruh Komando Utama (Kotama) TNI di berbagai wilayah Indonesia turut mengikuti agenda yang sama secara serentak.

Pengesahan Doktrin TNI Perisai Trisula Nusantara menjadi tonggak penting dalam penguatan sistem pertahanan nasional. Doktrin ini disiapkan sebagai pedoman tertinggi dalam pembinaan dan penggunaan kekuatan TNI agar mampu menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks, termasuk perkembangan teknologi militer dan perubahan karakter peperangan global.

Dalam pemaparannya, Ketua Kelompok Kerja Revisi Doktrin TNI, Laksamana Muda TNI Dr. Hudiarto Krisno Utomo, menjelaskan bahwa Doktrin Perisai Trisula Nusantara disusun untuk memperkuat strategi pertahanan negara melalui pembangunan kekuatan terpadu matra darat, laut, dan udara.

"Doktrin Perisai Trisula Nusantara menjadi pedoman strategis tertinggi bagi TNI dalam membangun serta menggunakan kekuatan pertahanan negara. Pembaruan ini merupakan langkah adaptif untuk menjawab dinamika lingkungan strategis, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta perubahan karakter perang modern yang berlangsung sangat cepat, " jelas Laksamana Muda TNI Dr. Hudiarto Krisno Utomo.

Ia menambahkan, doktrin tersebut memuat konsep pembangunan kekuatan Trimatra yang terintegrasi, pelaksanaan operasi militer, hingga penguatan unsur-unsur perang modern sebagai fondasi utama pertahanan Indonesia di masa depan.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan bahwa pengesahan doktrin baru ini menjadi pijakan bagi seluruh prajurit dalam menyatukan pola pikir, strategi, dan pelaksanaan tugas di lapangan.

"Doktrin ini menjadi landasan konseptual sekaligus pedoman operasional bagi seluruh prajurit TNI. Dengan doktrin yang adaptif, kita harus mampu membangun kekuatan pertahanan yang profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif dalam menghadapi setiap bentuk ancaman terhadap kedaulatan negara, " tegas Panglima TNI.

Bagi Kodam IV/Diponegoro, implementasi Doktrin Perisai Trisula Nusantara menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapan satuan kewilayahan, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Melalui doktrin tersebut, TNI diharapkan memiliki kesamaan visi dalam menjalankan operasi militer maupun pembinaan kekuatan sehingga mampu merespons perubahan geopolitik, ancaman multidimensi, hingga perkembangan teknologi pertahanan secara lebih efektif.

Pengesahan Doktrin Perisai Trisula Nusantara sekaligus menandai komitmen TNI untuk terus melakukan transformasi organisasi menuju postur pertahanan yang Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif (PRIMA), sejalan dengan kebutuhan pertahanan negara di masa kini maupun masa mendatang.

(Agung)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |