Pasca Kebakaran Pesantren di Deiyai, TNI-Polri dan Warga Bergotong Royong Pulihkan YAPIS Ash-Shiddiq Waghete

16 hours ago 5

DEIYAI - Duka masih menyelimuti kompleks YAPIS (Yayasan Pesantren Islam) Ash-Shiddiq Waghete, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, pasca insiden kebakaran yang menghanguskan sejumlah fasilitas pendidikan dan pesantren. Namun di tengah puing-puing yang tersisa, semangat kebersamaan justru tumbuh kuat ketika TNI, Polri, dan masyarakat turun tangan membantu proses pemulihan, Sabtu (6/6/2026).

Personel Satgasmar Pamtas Mobile RI-PNG Yonif 2 Marinir Gobang 8 bersama Kodim 1703/Deiyai, Polres Deiyai, Satgas Kewilayahan Yonif 711/Raksatama, serta warga setempat bergotong royong membersihkan area terdampak kebakaran yang meliputi fasilitas SD, SMP, dan Pesantren Ash-Shiddiq Waghete.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk mengembalikan fungsi lingkungan pendidikan dan tempat ibadah agar dapat kembali digunakan oleh para siswa, santri, serta tenaga pendidik.

Sejak pagi, personel gabungan bersama masyarakat terlihat bahu-membahu mengevakuasi material sisa kebakaran, membersihkan puing bangunan, hingga melakukan sterilisasi dan pengamanan area. Suasana gotong royong yang tercipta menjadi simbol kuat bahwa musibah yang menimpa YAPIS Ash-Shiddiq bukan hanya duka bagi lembaga pendidikan tersebut, tetapi juga menjadi keprihatinan bersama seluruh elemen masyarakat.

Komandan Satgasmar Pamtas Mobile RI-PNG Yonif 2 Marinir Gobang 8, Letkol Marinir Helilintar Setiojoyo Laksono, S.E., mengatakan kehadiran aparat keamanan tidak hanya berfokus pada aspek menjaga stabilitas wilayah, tetapi juga memberikan bantuan nyata kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

"Kami ingin menunjukkan bahwa TNI dan Polri selalu hadir bersama rakyat, terutama saat masyarakat menghadapi cobaan. Proses pemulihan fasilitas pendidikan ini menjadi bagian dari tanggung jawab moral kami agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan aman dan nyaman, " ujar Helilintar.

Menurutnya, pendidikan merupakan sektor yang harus mendapat perhatian khusus karena menyangkut masa depan generasi muda Papua.

"Kami berharap proses pembersihan dan pemulihan dapat berjalan cepat sehingga para siswa dan santri dapat kembali belajar. Pendidikan tidak boleh berhenti karena musibah, dan kami siap membantu masyarakat untuk bangkit bersama, " tegasnya.

Apresiasi juga datang dari tokoh masyarakat dan pengurus YAPIS Ash-Shiddiq Waghete yang terharu melihat kepedulian berbagai pihak dalam membantu proses pemulihan pasca kebakaran.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel TNI, Polri, dan masyarakat yang telah membantu membersihkan serta mengamankan lingkungan pesantren. Kehadiran mereka memberikan semangat dan harapan baru bagi kami untuk kembali bangkit, " ungkap salah seorang pengurus YAPIS Ash-Shiddiq.

Kebersamaan yang terlihat di lokasi menunjukkan bahwa solidaritas sosial masih menjadi kekuatan utama masyarakat Papua dalam menghadapi berbagai tantangan. Di tengah sisa-sisa bangunan yang terbakar, muncul optimisme bahwa fasilitas pendidikan tersebut akan kembali berdiri dan menjalankan perannya sebagai tempat mencetak generasi penerus bangsa.

Proses pemulihan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pembersihan fisik, tetapi juga menjadi upaya membangun kembali semangat para siswa, santri, dan tenaga pendidik yang terdampak musibah.

Melalui sinergi antara TNI, Polri, dan masyarakat, YAPIS Ash-Shiddiq Waghete diharapkan dapat segera kembali beroperasi dan menjadi pusat pendidikan yang melahirkan generasi muda Papua yang beriman, cerdas, serta berakhlak mulia.

Di tengah luka akibat kebakaran, Waghete mengajarkan satu hal penting: ketika masyarakat bersatu, harapan selalu memiliki jalan untuk tumbuh kembali.

Autentikasi: Pen Satgas Yonif 2 Marinir

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |