Jakarta, CNN Indonesia --
Pengukuhan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) untuk upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI dijadwalkan berlangsung pada 15 Agustus 2026.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pengukuhan Paskibraka menjadi salah satu agenda yang disiapkan menjelang pelaksanaan upacara pada 17 Agustus mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rencana (pengukuhan Paskibraka HUT RI) tanggal 15 Agustus," ujar Prasetyo usai di halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (12/8).
Persiapan upacara kini telah memasuki tahap gladi kotor. Prasetyo mengatakan latihan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan mencakup sejumlah rangkaian, termasuk latihan demo udara yang melibatkan sekitar 81 unit pesawat dan helikopter.
Evaluasi juga dilakukan terhadap sejumlah aspek teknis, salah satunya koordinat manuver pesawat dan helikopter agar posisi atraksi tepat jika dilihat dari podium utama tempat Presiden Prabowo Subianto dan para tamu menyaksikan upacara.
Sementara untuk Paskibraka, masih terdapat sejumlah penyesuaian dalam latihan baris-berbaris. Kondisi halaman Istana yang memiliki rumput cukup tebal disebut berbeda dengan lapangan keras yang selama ini menjadi tempat latihan para peserta.
"Ada penyesuaian juga (untuk baris-berbaris). Karena adik-adik ini kan setelah sekian lama berlatih di tempat yang agak berbeda dengan yang sekarang. Contohnya adalah tebal rumput di halaman Istana. Itu secara teknis ternyata mempengaruhi kebiasaan adik-adik kita yang biasanya sudah terbiasa di lapangan yang keras," kata Prasetyo.
Atas kondisi tersebut, para pelatih meminta tambahan porsi latihan mandiri. Prasetyo mengatakan permintaan tersebut telah disetujui.
Selain pengukuhan Paskibraka, pemerintah juga masih memfinalisasi sejumlah agenda lain menjelang HUT RI. Salah satunya penganugerahan tanda kehormatan yang direncanakan berlangsung sekitar satu pekan setelah peringatan detik-detik Proklamasi.
"Direncanakan satu minggu setelah peringatan detik-detik proklamasi. Sedang kita finalisasi, tapi kami pastikan akan banyak variasinya. Banyak individu yang menurut tim layak menerima penghargaan, misalnya di bidang teknologi yang memiliki paten internasional," ujarnya.
Prasetyo juga menyampaikan konfirmasi kehadiran sejumlah mantan presiden dan wakil presiden dalam upacara HUT RI belum seluruhnya lengkap. Ia mengatakan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kemungkinan tidak menghadiri upacara karena tengah menjalani pemeriksaan kesehatan rutin.
"Belum semuanya lengkap konfirmasinya karena ada yang baru saja kontak kami hari ini. Tapi yang dapat kami informasikan, salah satunya adalah Presiden SBY kebetulan sedang menjalani medical check-up rutin, sehingga kemungkinan besar beliau tidak dapat menghadiri upacara di IKN maupun di Jakarta. Untuk Ibu Mega, nanti akan kami update jika sudah ada kepastian," katanya.
(del/fra)

3 hours ago
1

















































