MOROWALI, Sulawesi Tengah– Personel Koramil 1311-09/Bahodopi bersama warga dan Security PT MSS bergerak cepat menangani kebakaran lahan kosong milik PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang terjadi di Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Minggu (30/08/2026).
Kebakaran tersebut sempat membuat kobaran api membesar di area lahan yang dalam kondisi kering. Mengetahui adanya kejadian tersebut, personel Koramil 1311-09/Bahodopi yang dipimpin Kopka Dasaruddin bersama masyarakat dan Security PT MSS langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Upaya pemadaman dilakukan secara gotong royong dengan memanfaatkan mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik PT MSS serta sejumlah peralatan yang tersedia di lokasi. Personel bersama warga dan petugas keamanan perusahaan berupaya mengendalikan titik api secara bertahap agar kobaran tidak merambat ke area lain.
Kondisi lahan yang kering ditambah cuaca panas membuat api lebih mudah membesar. Situasi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan cepat dan koordinasi yang baik antara personel Koramil, masyarakat serta pihak perusahaan.
Berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Puntung rokok yang mengenai area lahan kering diduga menjadi pemicu munculnya api hingga kemudian membakar vegetasi kering di sekitar lokasi.
Personel Koramil bersama warga dan Security PT MSS terus melakukan pemadaman dengan menyisir area yang terbakar. Selain memadamkan kobaran utama, petugas juga memastikan tidak ada titik api yang masih berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.

Setelah dilakukan penanganan secara bersama-sama, api akhirnya berhasil dipadamkan. Kondisi di sekitar lokasi kemudian kembali aman dan terkendali, sementara upaya pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak muncul kembali titik api.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian personel Koramil 1311-09/Bahodopi bersama masyarakat dan pihak perusahaan dalam menjaga keamanan lingkungan. Respons cepat juga diperlukan untuk mencegah kebakaran lahan berkembang menjadi lebih luas dan mengganggu aktivitas masyarakat maupun lingkungan sekitar.
Kopka Dasaruddin mengimbau masyarakat agar tidak meremehkan hal-hal kecil yang dapat menjadi sumber kebakaran, terutama dengan kondisi cuaca panas dan lahan yang mudah terbakar, serta mengajak seluruh pihak meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Dengan kondisi cuaca panas seperti saat ini, masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga lingkungan agar terhindar dari bahaya kebakaran, ” ujarnya.


















































