Jakarta, CNN Indonesia --
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyampaikan duka cita mendalam atas insiden kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, pada Sabtu (1/8).
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, juga memastikan kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut tidak terdaftar sebagai armada operasional Pertamina dan tidak tercatat melakukan aktivitas pelayanan di Terminal Pertamina.
"Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan informasi mengenai kendaraan tersebut. Proses penanganan dan penyelidikan sepenuhnya kami serahkan kepada pihak berwenang," kata Edi dalam keterangannya, Minggu (2/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Edi juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah tersebut.
"Kami menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga korban yang menjalani perawatan segera pulih, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta kesabaran," ujar Edi.
Sebelumnya, Mobil tangki minyak menabrak mobil pikap yang mengangkut mahasiswa KKN di Jalan Alternatif Batulicin-Banjarbaru Desa Gunung Raya, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Akibatnya 7 orang tewas akibat kejadian tersebut.
Mengutip Detik, peristiwa itu terjadi Sabtu (1/8) sekitar 12.00 Wita.
Kapolsek Mantewe AKP Kusnin menyebut kecelakaan bermula dari mobil tangki yang dikemudikan MI dari arah Banjarbaru menuju Batulicin hilang kendali. Kemudian menabrak mobil pikap yang mengangkut mahasiswa KKN menuju tempat wisata.
Kecelakaan pun tak dapat dihindari. Dari delapan korban, tujuh diantaranya meninggal dunia dan satu lainnya dinyatakan selamat dan dirujuk ke Rumah Sakit Marina, Kabupaten Tanah Bumbu.
Para korban yakni satu sopir mobil tangki berinisial MI, mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat berinsial MR (20), ACG (21), mahasiswa Universitas Nahdatul Ulama (UNU) Kalsel berinisial NIJ (22), NAS (21), VAS (22), dan seorang karang taruna berinisial TMA (21).
"Benar ada tujuh orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di jalan bypass Desa Gunung Raya Mantewe," ujar Kusnin, Sabtu (1/8) sore.
"Total ada delapan korban, tujuh meninggal termasuk sopir truk, dan satu selamat dari mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat inisial MFH," lanjutnya.
Saat kejadian para mahasiswa itu hendak menuju Sungai Alut, Desa Gunung Raya Kecamatan Mentewe Kabupaten Tanah Bumbu untuk berlibur. Adapun pikap yang digunakan merupakan milik Desa Irigasi Batulicin.
(ugo/ugo)

10 hours ago
3















































