Prabowo Gandeng Imperial College untuk Bangun 10 Universitas Medis

10 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto menggandeng Imperial College London dalam rencana pembangunan 10 universitas medis dan sains baru di Indonesia.

Kampus yang saat ini menempati peringkat kedua dunia versi QS World University Rankings itu akan terlibat dalam penyusunan kurikulum, penguatan kualitas dosen, penelitian bersama, hingga supervisi standar pengajaran di perguruan tinggi yang akan dibangun.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan kerja sama tersebut menjadi salah satu agenda yang dibahas saat delegasi Imperial College diterima langsung oleh Prabowo di Istana Kepresidenan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi juga dibicarakan terkait dengan rencana Bapak Presiden (Prabowo) mendirikan 10 medical and science university. Nantinya akan dibantu banyak oleh Imperial College," kata Brian dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (22/6).

Brian menjelaskan pemerintah dan Imperial College tengah menjajaki pembentukan kemitraan strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di RI, terutama di bidang kedokteran dan sains.

Menurutnya, kerja sama tersebut juga berpeluang diperluas ke bidang lain di luar pendidikan medis.

Ia mengatakan keterlibatan Imperial College tak hanya sebatas penyusunan kurikulum, kampus tersebut juga akan mendukung pengembangan standar pengajaran, penelitian bersama (joint research), hingga program profesor tamu atau visiting professor.

"Nantinya kurikulumnya, penyiapan standar pengajarannya, kemudian joint research-nya, kemudian juga visiting professor akan banyak dilakukan bersama-sama dengan Imperial College dan juga kampus-kampus lainnya," ujarnya.

Menurut Brian, kerja sama itu diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Indonesia, khususnya pada universitas medis baru yang akan dibangun pemerintah. Dampaknya juga diharapkan dapat dirasakan oleh perguruan tinggi lain di berbagai daerah.

"Kita berharap juga terjadi peningkatan kualitas kurikulum, pendidikan, kualitas dosen, dan lain-lainnya yang ada di Indonesia, khususnya pada 10 universitas medis yang akan dibangun oleh Bapak Presiden," katanya.

Brian menuturkan bentuk kerja sama yang sedang dirancang bukan berupa pembukaan kampus cabang Imperial College di Indonesia. Pemerintah menyebut skema yang disiapkan sebagai strategic partnership program atau kemitraan strategis.

Dalam skema itu, Imperial College akan berperan sebagai mentor bagi perguruan tinggi Indonesia, terutama kampus-kampus baru yang akan dibangun pemerintah.

"Mereka akan menjadi seperti mentor untuk kampus-kampus kita, terutama kampus-kampus baru. Kualitas dosennya, kualitas penelitian, standar pengajaran, kurikulumnya, desain rumah sakit, dan seterusnya itu nanti akan disupervisi oleh profesor-profesor dari Imperial College," ujar Brian.

Ia menambahkan kerja sama dengan Imperial College dinilai strategis mengingat reputasi kampus tersebut di tingkat global. Selain menempati posisi kedua dunia versi QS World University Rankings, Imperial College juga masuk jajaran kampus terbaik dunia di bidang pendidikan medis.

"Kita juga tahu untuk pendidikan medis, Imperial College ini peringkat keempat di dunia. Sehingga kalau kerja sama ini nanti bisa direalisasikan, tentu ini adalah sebuah peluang besar bagi bangsa Indonesia untuk bersama-sama langsung dengan kampus yang sangat top di dunia," katanya.

(del/ugo)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |