Pramono Buka Suara soal Tawuran Manggarai yang Lumpuhkan KRL

12 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku mulai menyiapkan penanganan jangka panjang menyusul tawuran yang kembali pecah di kawasan Stasiun Manggarai hingga melumpuhkan perjalanan KRL.

Pramono mengatakan berkoordinasi langsung dengan pihak Kepolisian dan jajaran penegak hukum guna menuntaskan masalah sosial yang berulang ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengungkapkan insiden keributan di Manggarai pada Jumat (21/8) tersebut sebenarnya dipicu perkara sepele di antara kelompok anak muda, tapi gesekan itu berdampak luas hingga penumpukan penumpang KRL di Stasiun Cawang.

"Kebetulan yang kemarin terjadi di Manggarai, dua kelompok yang sebenarnya kecil persoalannya karena ketersinggungan dan sebagainya, anak-anak mudanya melakukan tawuran," kata Pramono saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8).

Melihat pola konflik yang terus berulang, seperti diberitakan detikcom pada Sabtu (22/8), Pramono menegaskan Pemprov DKI tidak ingin lagi menggunakan pendekatan kasuistis yang bersifat sementara.

Menurutnya, akar masalah tawuran perlu diselesaikan dengan menyediakan ruang positif bagi anak-anak muda untuk menyalurkan energi mereka.

[Gambas:Video CNN]

Salah satu solusi konkret yang disiapkan Pemprov DKI adalah membangun berbagai fasilitas olahraga dan ruang publik di kawasan padat penduduk, termasuk Manggarai.

Ia menyebutkan beberapa yang sempat dipikirkan adalah gelanggang tinju, lapangan bulu tangkis, mini soccer, hingga futsal bakal disediakan agar para pemuda memiliki wadah beraktivitas yang sehat.

"Di dalam menyelesaikan persoalan tawuran, saya lebih pengin menyelesaikan bukan dengan cara apa yang bersifat kasuistis hanya sesaat saja," ujar Pramono.

Pramono mengamati masifnya proyek pembangunan dan peningkatan konektivitas di Manggarai saat ini belum diimbangi dengan ketersediaan ruang aktivitas yang memadai.

Kondisi masyarakat yang lelah setelah beraktivitas, ditambah minimnya sarana olahraga maupun kegiatan seni budaya, rentan memicu emosi warga.

Melalui penyediaan sarana olahraga, berkesenian, dan berkebudayaan, energi agresif para pemuda diharapkan dapat teralihkan ke arah positif.

Pemprov DKI berharap kehadiran fasilitas publik ini menjadi benteng jangka panjang untuk mengikis tradisi tawuran serta membangun rasa saling menghormati antarwarga di kawasan Manggarai.

(chri)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |