KARANGANYAR - Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar resmi beroperasi dan diproyeksikan menjadi penggerak baru perekonomian masyarakat. Infrastruktur yang masuk dalam jajaran Proyek Strategis Nasional (PSN) ini tidak hanya memperkuat ketahanan air, tetapi juga meningkatkan produktivitas pertanian, mengurangi risiko banjir, hingga membuka peluang pengembangan energi terbarukan dan sektor pariwisata.
Peresmian Bendungan Jlantah yang berada di Desa Tlobo dan Karangsari, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, berlangsung pada Jumat (10/7/2026). Acara dilakukan secara virtual dan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia dari Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), bersamaan dengan peresmian lima bendungan strategis di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han. turut hadir sebagai bentuk dukungan TNI terhadap percepatan pembangunan infrastruktur nasional yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Selain Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, Presiden juga meresmikan Bendungan Meninting di NTB, Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh, serta Bendungan Sidan di Bali. Seluruh bendungan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan pangan, ketahanan air, dan pembangunan berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.
Bendungan Jlantah membawa manfaat besar bagi sektor pertanian di Karanganyar. Infrastruktur ini mampu mengairi daerah irigasi seluas 1.494 hektare, sehingga intensitas tanam petani meningkat dari 172 persen menjadi 272 persen. Peningkatan tersebut diharapkan mampu mendongkrak hasil panen sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Tak hanya itu, bendungan juga memasok air baku sebesar 150 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kecamatan Jumapolo, Jumantono, dan Jatipuro. Di sisi lain, kapasitas tampungan pengendali banjir mencapai 11, 96 juta meter kubik, yang berperan penting dalam mengurangi potensi banjir saat curah hujan tinggi.
"Bendungan Jlantah merupakan infrastruktur strategis yang manfaatnya sangat luas. Kehadirannya bukan hanya mendukung sektor pertanian dan penyediaan air bersih, tetapi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ketahanan wilayah, " ujar Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin.
Selain fungsi irigasi dan pengendalian banjir, Bendungan Jlantah juga memiliki prospek besar untuk dikembangkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Kawasan di kaki Gunung Lawu tersebut juga dinilai memiliki daya tarik sebagai destinasi wisata alam terpadu yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Pengembangan sektor energi dan pariwisata di sekitar bendungan diyakini dapat membuka lapangan kerja baru, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta memperkuat daya saing Kabupaten Karanganyar sebagai kawasan yang berbasis pertanian dan wisata.
Mayjen TNI Achiruddin menegaskan, TNI siap terus bersinergi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam mengawal berbagai program pembangunan nasional yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"TNI akan terus mendukung program-program strategis pemerintah melalui sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Harapannya, pembangunan yang dilakukan mampu memperkuat ketahanan nasional sekaligus menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi masyarakat, " tegasnya.
Peresmian Bendungan Jlantah menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah memperkuat infrastruktur sumber daya air di Indonesia. Dengan fungsi yang mencakup irigasi, penyediaan air baku, pengendalian banjir, energi terbarukan, hingga pariwisata, bendungan ini diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Karanganyar dalam jangka panjang.
(Agung)


















































