Progres Awal TMMD Ke-128 di Bangkalan, Beberapa Sasaran Nonfisik Tuntas 100 Persen

3 hours ago 3

BANGKALAN – Pagi itu, suasana Desa Galis Dajah, Kecamatan Konang, terasa berbeda. Di tengah aktivitas warga yang mulai beranjak dari rutinitasnya, hadir derap langkah para prajurit TNI bersama masyarakat yang bergotong royong membangun desa. Program TMMD Ke-128 Tahun 2026 yang baru memasuki hari kedua (H+1), Kamis (23/4/2026), tidak hanya membawa alat dan material, tetapi juga harapan baru bagi warga setempat.

Di balik geliat pembangunan fisik yang masih berproses, justru capaian menggembirakan terlihat pada sasaran nonfisik yang telah tuntas 100 persen pada tahap awal. Bantuan bibit padi Ciherang, itik Dhabung, hingga distribusi produk peternakan melalui program Gemarampai telah diterima warga. Tak hanya itu, layanan pengobatan gratis berupa screening kesehatan juga menjadi magnet tersendiri. Warga, dari anak-anak hingga lansia, tampak antusias memanfaatkan kesempatan tersebut—sebuah sentuhan nyata yang langsung dirasakan manfaatnya.

Sementara itu, di sudut lain desa, suara mesin molen dan aktivitas para tukang menandai dimulainya pembangunan fisik. Ruang kelas SDN Durin Barat mulai dibenahi dengan progres mencapai 30 persen, menjadi simbol perhatian terhadap masa depan pendidikan anak-anak desa. Di lokasi berbeda, pembangunan MCK, tandon air, hingga rencana rabat jalan perlahan mulai dikerjakan. Meski masih di tahap awal, semangat kebersamaan antara TNI dan warga menjadi fondasi kuat percepatan pembangunan tersebut.

Komandan Kodim 0829/Bangkalan Letkol Inf. Nanang Fahrur Rozi, S.Pd., menegaskan bahwa capaian awal ini menjadi indikator positif keberhasilan program TMMD. “Kami bersyukur pada tahap awal ini sasaran nonfisik sudah dapat dituntaskan 100 persen. Ini menunjukkan sinergi yang baik antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Harapannya, pembangunan fisik juga bisa berjalan optimal sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga, ” ujarnya.

Kehadiran ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat menjadikan TMMD bukan sekadar program, melainkan gerakan bersama. Dalam balutan cuaca yang sempat mendung, aktivitas tetap berjalan tanpa hambatan.

Tidak ada kejadian menonjol, situasi pun terjaga aman dan kondusif—seolah menjadi cermin kekompakan yang terjalin di lapangan. Bagi warga Galis Dajah, TMMD bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur, tetapi juga tentang perhatian dan kepedulian yang perlahan mengubah wajah desa ke arah yang lebih baik. (*)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |