Qodari dkk Terbitkan Buku Presiden Solusi, Ulas 108 Solusi ala Prabowo

3 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Muhammad Qodari, Dirgayuza Setiawan dan Agung Gumilar Saputra menerbitkan buku berjudul Presiden Solusi: Problem Solving Ala Prabowo Subianto, pada Senin (8/6).

Dirgayuza yang juga Asisten Khusus Presiden bidang Komunikasi Analisa Kebijakan menyebut buku tersebut berisikan 108 solusi yang telah diambil Prabowo selaku Presiden RI selama 18 bulan kepemimpinannya.

Ia menjelaskan hadirnya buku ini juga dilakukan sekaligus untuk menjawab tudingan yang beredar bahwa Prabowo tidak mengetahui masalah-masalah di lapangan yang dihadapi masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami melihat itu tidak benar, yang benar adalah Presiden itu tidak berkenan bicara jelek tentang orang lain. Beliau tidak berkenan membuat kekhawatiran di publik," ujarnya dalam diskusi di Jalan Brawijaya VIII Nomor 8, Jakarta Selatan.

"Karena itu, setiap kali mau bicara soal masalah, beliau meminta media untuk keluar ruangan dan ini terjadi di banyak rapat kabinet," imbuhnya.

Oleh sebab itu, Dirgayuza mengatakan dirinya bersama Qodari selaku Badan Komunikasi Pemerintah dan juga Agung Gumilar selaku Asisten Khusus Presiden bidang Analisa Data Strategis mencoba merangkum pelbagai solusi yang telah diambil Prabowo dalam 18 terakhir.

Ia menjelaskan peluncuran buku ini juga sekaligus agar mengingatkan publik agar tidak hilang arah terhadap apa saja capaian kepemimpinan Prabowo-Gibran selama 1,5 tahun.

"Kami mencoba menyampaikan semudah mungkin dalam buku ini. Ini bukan buku kebijakan publik pada umumnya, tidak ada teori-teori di sini. Langsung apa yang menjadi masalah dan apa yang disolusikan oleh Presiden," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Qodari mencontohkan sejumlah solusi yang telah diambil Prabowo. Salah satunya yang dinilai sangat fundamental ialah terkait pengelolaan sumber daya alam.

Qodari menilai di awal kepemimpinannya, Prabowo telah berani mengambil kebijakan besar untuk mengembalikan pengelolaan sumber daya alam kepada negara untuk kemakmuran rakyat.

Menurutnya, Prabowo tidak ingin lagi ada kekayaan negara berupa tambang hingga lahan perkebunan yang dinikmati oleh segelintir orang semata.

"Sudah dimiliki orang per orang, kemudian pengelolaannya untuk membangun dipinjam dari bank negara. Setelah itu ketika penjualannya sudah laku, devisanya bukan kembali ke Indonesia, tapi berada di luar. Ini semua mau dikoreksi oleh Pak Prabowo," jelasnya.

Belum lagi praktik-praktik pidana berupa under invoicing hingga transfer pricing yang kerap dilakukan oleh perusahaan nakal di sektor Sumber Daya Alam.

Karenanya, ia menyebut solusi yang diambil dengan pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) untuk mengelola seluruh hasil kekayaan alam dan tidak ada lagi praktik serupa di kemudian hari.

"Supaya pendapatan bagi bangsa dan negara ini menjadi lebih besar dan uangnya dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat," tuturnya.

"Menyelesaikan masalah-masalah fundamental bangsa kita seperti misalnya ketahanan pangan, ketahanan energi, kemudian membantu rakyat yang tidak mampu dengan pendidikan yang baik lewat sekolah rakyat, untuk perbaikan sekolah-sekolah, untuk menyediakan fasilitas layar," katanya.

(tfq/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |