SMAN 1 Pontianak Minta Penyelenggara Klarifikasi Polemik Cerdas Cermat

3 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

SMAN 1 Pontianak meminta penyelenggara Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, memberikan klarifikasi setelah siswanya, Josepha Alexandra atau Ocha, menyampaikan protes saat jawaban dianggap salah.

Pernyataan itu diunggah SMAN 1 Pontianak dalam akun Instagram resminya dikutip, Selasa (12/5). Pihak SMAN 1 Pontianak mengaku sudah melihat tayangan ulang dan meminta pihak penyelenggara memberikan klarifikasi.

"Sehubungan dengan anjuran untuk menyaksikan tayangan ulang sebagai bentuk ikhtiar dalam mengonfirmasi jalannya pelaksanaan LCC 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat, kami telah melakukan peninjauan kembali secara cermat," tulis SMAN 1 Pontianak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan hasil tersebut, kami menemukan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dan klarifikasi," imbuhnya.

Pihak SMAN 1 Pontianak menjabarkan hal-hal yang menjadi temuannya saat menyaksikan ulang tayangan cerdas cermat itu. Pertama, katanya, substansi jawaban antara siswanya dari tim SMAN 1 Pontianak dengan SMAN 1 Sambas sama tapi dewan juri hanya membenarkan salah satu tanpa penjelasan transparan.

"Adanya kesamaan substansi jawaban antara tim SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas, namun dewan juri memberikan pembenaran hanya kepada salah satu pihak tanpa penjelasan yang transparan," tulisnya.

Lalu, kata pihak SMAN 1 Pontianak, dewan juri kurang fokus dalam beberapa penilaian. SMAN 1 Pontianak juga menyebut ada indikasi relasi kuasa dewan juri hingga MC tetap melanjutkan tanpa penyelesaian.

"Adanya indikasi penggunaan relasi kuasa oleh dewan juri, tanpa didahului proses konfirmasi dan klarifikasi yang memadai. Hal ini diperkuat dengan adanya validasi sepihak melalui MC mengenai kompetensi juri, sehingga kegiatan tetap dilanjutkan tanpa penyelesaian yang proporsional, tulisnya.

"Kurangnya fokus dewan juri dalam beberapa momen penilaian, yang berpotensi memengaruhi objektivitas hasil," imbuhnya.

Pihak SMAN 1 Pontianak mengatakan siswanya telah menyampaikan jawaban dengan artikulasi yang jelas dan tegas. Karena itulah, menurut SMAN 1 Pontianak, timnya layak mendapat penilaian objektif sesuai jawaban.

"Tim SMAN 1 Pontianak telah menyampaikan jawaban dengan artikulasi yang jelas dan tegas, sehingga layak mendapatkan penilaian yang objektif sesuai substansi jawaban," tulisnya.

Atas dasar itu, pihak SMAN 1 Pontianak meminta penyelenggara untuk menyampaikan penjelasan transparan dari temuan itu. Pihak SMAN 1 Pontianak juga meminta evaluasi penilaian.

"Berdasarkan hal-hal tersebut, kami memohon kepada pihak penyelenggara untuk memberikan konfirmasi resmi terkait temuan-temuan di atas. Menyampaikan penjelasan yang transparan mengenai dasar pengambilan keputusan dewan juri," tulisnya.

"Melakukan evaluasi terhadap proses penilaian, guna menjaga integritas dan kredibilitas kegiatan LCC 4 Pilar ke depan," imbuhnya.

Dalam video yang beredar dilihat Senin (11/5), juri memberi nilai berbeda terhadap jawaban yang sama dari peserta. Dalam lomba itu, Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus lima untuk jawaban terkait proses pemilihan anggota BPK.

Namun, jawaban serupa yang disampaikan Grup B dari SMAN 1 Sambas justru diberi nilai 10 oleh juri yang sama, yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita. Peserta Grup C sempat memprotes lantaran merasa jawaban mereka sama. Namun juri menyatakan jawaban Grup C tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah (DPD) secara jelas.

MPR evaluasi

Sekjen MPR RI Siti Fauziah sebelumnya juga telah buka suara. Siti mengatakan pihaknya menghormati perhatian dan masukan masyarakat terkait dinamika dalam perlombaan tersebut.

Siti menyebut panitia pelaksana saat ini tengah melakukan penelusuran internal terkait penilaian jawaban peserta. Pihaknya memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba.

"MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, kejelasan artikulasi jawaban, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan dalam perlombaan agar pelaksanaan kegiatan serupa ke depan dapat berlangsung semakin baik, transparan, dan akuntabel," imbuhnya.

Baca selengkapnya di sini.

(isn/isn)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |