LANNY JAYA - Pengabdian prajurit TNI di Papua tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan wilayah, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Hal itu ditunjukkan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/Satya Wira Yudha (SWY) Pos Titik Kuat (TK) Wunabunggu yang berkolaborasi dengan tenaga kesehatan setempat menggelar pelayanan Posyandu dan pengobatan gratis bagi warga Kampung Wunabunggu, Distrik Wunabunggu, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara aparat keamanan dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah pegunungan Papua yang masih menghadapi berbagai keterbatasan akses pelayanan medis.
Sebanyak 25 personel Satgas Yonif 742/SWY diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Tim terdiri dari 15 personel kesehatan yang dipimpin Danton Kesehatan, Lettu Ckm Arya Winata, S.Kes., Ftr., serta 10 personel pengamanan di bawah komando Sertu Antonius Kefi.
Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., menegaskan bahwa kehadiran prajurit di wilayah penugasan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Tugas kami bukan hanya menjaga stabilitas keamanan di Papua Pegunungan, tetapi juga memastikan masyarakat merasa aman, terlindungi, dan sehat. Kolaborasi antara prajurit Satgas dan tenaga kesehatan di Wunabunggu merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Di mana ada kesulitan masyarakat, di situlah TNI harus hadir menjadi solusi, " tegas Letkol Dedi.
Setibanya di Puskesmas Wunabunggu, personel Satgas langsung bergabung dengan tenaga kesehatan setempat untuk memberikan pelayanan kesehatan terpadu. Mulai dari pemeriksaan tekanan darah, pelayanan Posyandu bagi balita, konsultasi kesehatan, hingga pembagian obat-obatan gratis dilakukan secara bersama-sama.
Komandan Pos TK Wunabunggu, Letda Inf Mathias David Metikores, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari patroli teritorial yang mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat.
"Kami ingin memastikan keamanan wilayah tetap terjaga, sekaligus memberikan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang harus mendapat perhatian bersama, " ujarnya.
Kehadiran tim kesehatan Satgas mendapat apresiasi dari tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Wunabunggu. Mereka mengaku sangat terbantu dengan tambahan tenaga medis dan dukungan logistik kesehatan yang dibawa oleh Satgas.
Perawat Puskesmas Wunabunggu, Yomilera Kiwo, mengatakan kegiatan Posyandu kali ini berjalan lebih efektif berkat bantuan personel TNI.
"Biasanya kami cukup kewalahan melayani warga dan balita yang datang. Dengan bantuan bapak-bapak TNI, pelayanan menjadi lebih cepat dan tertib. Kehadiran mereka juga membuat mama-mama merasa lebih nyaman dan aman saat datang ke Posyandu, " ungkapnya.
Hal senada disampaikan rekan sesama tenaga kesehatan, Naldo Wea. Menurutnya, sinergi yang terjalin antara Satgas dan tenaga kesehatan memberikan dampak positif bagi pelayanan kepada masyarakat.
"Tambahan tenaga medis dan obat-obatan yang dibawa Satgas sangat membantu kami. Pelayanan menjadi lebih lengkap dan masyarakat terlihat lebih antusias untuk memeriksakan kesehatannya, " katanya.
Sementara itu, Lettu Ckm Arya Winata menilai kolaborasi antara tenaga kesehatan sipil dan tim medis Satgas menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan di daerah pedalaman Papua.
"Kami saling mendukung untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Harapannya, warga yang mengalami gangguan kesehatan dapat segera tertangani sehingga bisa kembali beraktivitas dan produktif, " jelas Arya.
Tak hanya tenaga kesehatan, masyarakat juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan Satgas Yonif 742/SWY. Tokoh agama dan masyarakat Kampung Wunabunggu, Pendeta Yutius Kiwo, mengaku terharu melihat sinergi yang terjalin antara TNI dan tenaga kesehatan dalam melayani warga.
"Terima kasih kepada Satgas Yonif 742/SWY yang selalu hadir membantu masyarakat. Kehadiran mereka membuat warga merasa aman dan sangat terbantu, baik dalam pelayanan kesehatan maupun berbagai kegiatan sosial lainnya. Semoga Tuhan memberkati tugas mereka, " tutur Pendeta Yutius.
Melalui kegiatan Posyandu dan pengobatan gratis tersebut, Satgas Yonif 742/SWY tidak hanya membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga memperkuat hubungan emosional antara TNI, tenaga kesehatan, dan warga. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa pengabdian kepada bangsa dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang membawa manfaat langsung bagi kehidupan rakyat.
(PERS)


















































