TNI dan Tim Gabungan Bergerak Cepat, Karhutla Blok Sawahan Tahura Mojokerto Berhasil Dipadamkan

3 hours ago 1

Mojokerto, - Kobaran api membakar kawasan hutan Blok Sawahan, wilayah operasional Taman Hutan Raya (Tahura) Resort 06 Mojokerto (Jatirejo dan Gondang), Dusun Blentreng, Desa Ngembat, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Kamis (20/08/2026) malam. Menghadapi kondisi tersebut, TNI bersama BPBD, Polri, unsur Tahura, Perhutani, LMDH, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan relawan bergerak cepat melakukan pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke kawasan hutan lainnya.

Dalam penanganan tersebut, personel TNI dari Koramil 0815/18 Gondang Kodim 0815/Mojokerto turut berada di garis depan bersama unsur terkait. Sebanyak tiga personel Koramil Gondang terlibat langsung dalam pemadaman, bersinergi dengan enam personel Polsek Gondang, 14 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mojokerto, dua personel Perhutani, 13 personel Tahura, dua personel LMDH serta empat personel MPA/relawan.

Kobaran api pertama kali diketahui warga Dusun Blentreng sekitar pukul 19.30 WIB. Informasi tersebut kemudian segera diteruskan kepada BPBD Kabupaten Mojokerto. Sekitar pukul 20.00 WIB, TRC BPBD tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman. Personel Koramil dan Polsek Gondang selanjutnya turut membantu mengendalikan kobaran api serta melakukan pencegahan agar api tidak merembet ke kawasan hutan lainnya.

Danramil 0815/18 Gondang Kapten Inf Warudi mengatakan, keterlibatan TNI dalam penanganan kebakaran tersebut merupakan bentuk respons cepat bersama seluruh unsur yang berada di lapangan.

"Begitu mendapat informasi, kami langsung berkoordinasi dan mengerahkan personel untuk membantu pemadaman. Penanganan ini tidak bisa dilakukan sendiri, sehingga sinergi antara TNI, BPBD, Polri, Tahura, Perhutani, LMDH, MPA, relawan dan masyarakat sangat penting untuk mencegah api semakin meluas", ujar Kapten Inf Warudi.

Menurutnya, selain melakukan pemadaman, personel juga melakukan penyisiran dan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali membesar. Langkah tersebut dilakukan mengingat kondisi medan kawasan hutan dan cuaca yang cukup panas serta angin yang berpotensi mempercepat perambatan api.

"Kami bersama unsur terkait terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan api benar-benar terkendali. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran di kawasan hutan, karena kondisi panas dan angin dapat menyebabkan api dengan cepat merambat", tambahnya. 

Di tengah kondisi malam dengan kobaran api yang cukup besar, seluruh unsur bekerja secara terpadu untuk menjinakkan api. Sekitar pukul 21.40 WIB, kobaran api berhasil dipadamkan. Hingga pukul 22.00 WIB, kegiatan pemadaman dinyatakan selesai dalam keadaan aman dan tertib, kemudian dilanjutkan dengan penyisiran guna memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali membesar.

Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai kurang lebih tiga hektare, dengan jarak lokasi dari permukiman Dusun Belenteng sekitar 11 kilometer. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan salah satu anggota Tahura, Supono, kebakaran diduga dipengaruhi kondisi cuaca ekstrem berupa suhu panas dan angin yang cukup kencang di kawasan tersebut.

Selain pemadaman, unsur terkait juga melaksanakan koordinasi, pemantauan perkembangan titik api, pengamanan lokasi serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran di kawasan hutan. Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi kebakaran susulan sekaligus menjaga kelestarian ekosistem hutan konservasi. (Pendim0815).

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |