PUNCAK - Keterbatasan akses layanan kesehatan masih menjadi tantangan besar bagi masyarakat di wilayah pedalaman Papua. Menjawab kebutuhan tersebut, Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 621/Manuntung (621/Mtg) yang tergabung dalam Komando Operasi (Koops) HABEMA kembali menggelar pelayanan kesehatan gratis bagi warga Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Minggu (14/6/2026).
Kegiatan kemanusiaan yang dipimpin langsung Dokter Satgas, Kapten Ckm Habibi, itu menyasar masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari balita, anak-anak hingga warga lanjut usia. Kehadiran tenaga medis TNI di tengah masyarakat menjadi solusi nyata bagi warga yang selama ini menghadapi keterbatasan fasilitas kesehatan akibat kondisi geografis yang sulit dijangkau.
Dalam pelaksanaannya, tim kesehatan Satgas tidak hanya membuka layanan di pos, tetapi juga turun langsung menjangkau masyarakat. Pendekatan jemput bola tersebut dilakukan agar warga yang membutuhkan penanganan medis dapat memperoleh layanan kesehatan dengan cepat dan mudah.
Di sebuah area terbuka di Distrik Sinak, personel medis Satgas tampak memberikan pemeriksaan dan tindakan kesehatan kepada seorang balita yang didampingi ibunya. Suasana penuh kehangatan dan kepedulian terlihat saat petugas kesehatan memberikan pelayanan secara telaten di tengah keterbatasan sarana yang ada.
Dokter Satgas Yonif 621/Manuntung, Kapten Ckm Habibi, mengatakan pelayanan kesehatan merupakan bagian dari komitmen TNI untuk membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah penugasan.
"Kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu kami berupaya hadir langsung di tengah warga untuk memberikan pemeriksaan, pengobatan, sekaligus edukasi kesehatan. Kami ingin memastikan masyarakat, terutama anak-anak sebagai generasi penerus Papua, mendapatkan perhatian yang layak, " ujar Kapten Ckm Habibi.
Menurutnya, kelompok rentan seperti balita dan anak-anak menjadi prioritas dalam pelayanan kesehatan karena memerlukan perhatian khusus untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal serta mencegah berbagai penyakit yang kerap muncul di wilayah pedalaman.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Operasi HABEMA (Harapan Baru Damai Papua) yang mengedepankan pendekatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program kemanusiaan, termasuk di bidang kesehatan.
Warga Sinak menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka mengaku terbantu karena dapat memperoleh layanan kesehatan tanpa harus menempuh perjalanan jauh menuju fasilitas medis yang tersedia di wilayah lain.
Kogoya, salah seorang warga yang membawa anaknya untuk berobat mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Satgas TNI.
"Kami sangat terbantu. Biasanya jika ada anak sakit harus menempuh perjalanan yang cukup jauh. Dengan adanya pelayanan kesehatan dari bapak-bapak TNI, masyarakat merasa lebih tenang dan diperhatikan, " tuturnya.
Melalui kegiatan pelayanan kesehatan gratis ini, Satgas Yonif 621/Manuntung berharap dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat Papua, sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan warga. Di tengah medan yang menantang dan keterbatasan fasilitas, kehadiran prajurit tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga menjadi sumber harapan bagi masyarakat yang membutuhkan uluran tangan kemanusiaan.
(PERS)


















































