PURWOREJO - Semangat gotong royong Jariyatun (60) patut diacungi jempol. Di tengah usianya yang tak lagi muda, warga Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, itu tetap turun tangan membantu Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo membangun jalan rabat beton.
Jariyatun ikut bergabung dalam proses pengerjaan jalan sepanjang 1.392 meter di Desa Watuduwur pada Selasa (11/8/2026). Ia membantu pekerjaan pengecoran bersama personel TNI dan warga lainnya.
Bagi Jariyatun, keterlibatannya bukan sekadar membantu pekerjaan fisik. Ia ingin ikut mengambil bagian dalam pembangunan desa yang selama ini diharapkan masyarakat.
“Saya ingin ikut membantu sebisa saya. Walaupun sudah tua, kalau masih kuat ya saya ikut bekerja. Ini kan untuk kepentingan kita bersama, ” kata Jariyatun.

Semangat tersebut menjadi gambaran kuatnya budaya gotong royong di Desa Watuduwur. Pembangunan jalan tidak hanya melibatkan personel Satgas TMMD, tetapi juga warga yang secara sukarela ikut membantu sejak persiapan material hingga proses pengecoran.
Jariyatun berharap jalan yang dibangun melalui program TMMD tersebut segera rampung dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas sehari-hari serta mobilitas hasil pertanian.
“Semoga jalannya cepat selesai dan nantinya bisa memudahkan warga. Kalau jalan sudah bagus, kami lebih mudah pergi ke mana-mana dan membawa hasil pertanian, ” ujarnya.
Jalan rabat beton sepanjang 1.392 meter menjadi salah satu sasaran fisik utama TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo di Desa Watuduwur. Pembangunan dikerjakan secara bersama-sama oleh Satgas TMMD dan masyarakat dengan mengedepankan semangat gotong royong.
Kehadiran Jariyatun di tengah proses pembangunan menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat tidak mengenal batas usia. Bagi warga Watuduwur, pembangunan jalan bukan hanya soal memperbaiki akses, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan antara TNI dan rakyat.
Di usia 60 tahun, Jariyatun membuktikan satu hal sederhana: selama masih mampu, semangat untuk ikut membangun desa tidak mengenal kata terlambat.
(Agung)


















































