LANNY JAYA - Di tengah keheningan alam Nenggeagin yang memukau, sebuah pemandangan hangat terbentang. Prajurit dari Batalyon Infanteri 408/Suhbrastha, yang baru saja menyelesaikan tugas patroli di dataran hijau Kabupaten Lanny Jaya, tak sungkan duduk sejajar dengan masyarakat Kampung Nenggeagin, Senin (2/3/2026). Mengenakan seragam loreng yang masih membekas jejak lapangan, mereka menyatu dalam suasana santai, melepas lelah sambil bertukar cerita dengan warga.
Keakraban terpancar dari gestur sederhana: posisi duduk yang setara, senyum tulus, dan canda tawa ringan yang mengalir alami. Bahkan seekor anjing kampung yang tenang di sisi mereka seolah menjadi saksi bisu kedekatan emosional yang tulus, jauh dari kesan formalitas. Momen ini bukan sekadar rutinitas, melainkan representasi nyata dari pendekatan humanis yang diusung Satgas.
Kapten Inf Subur, Danpos Satgas TK Nenggeagin, mengungkapkan betapa berharganya momen kebersamaan semacam ini. Ia menekankan bahwa kehadiran prajurit di sana lebih dari sekadar menjalankan tugas pengamanan.
"Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga untuk menjadi bagian dari keluarga masyarakat. Dengan duduk bersama, kami bisa mendengar langsung keluh kesah, harapan, dan kebutuhan warga, " kata Kapten Inf Subur, Senin (2/3/2026).
Ia menambahkan bahwa fondasi keamanan di wilayah pegunungan ini dibangun di atas hubungan yang harmonis antara aparat dan masyarakat. Perasaan aman dan diperhatikan adalah kunci utama.
"Selama kami bertugas, kami ingin masyarakat merasa tenang, merasa diperhatikan, dan tahu bahwa TNI selalu ada untuk mereka, " tegasnya.
Hamparan padang rumput Nenggeagin menjadi saksi bisu pengabdian tulus para prajurit. Bukan hanya melalui patroli dan penjagaan, tetapi melalui sentuhan kemanusiaan yang mendalam. Duduk bersama, berbagi cerita, dan saling mendengar menjadi perekat kuat dalam membangun rasa aman dan persaudaraan di tanah Papua yang indah.


















































