PURWOREJO - Keberhasilan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga kuatnya komunikasi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat. Komitmen itu ditunjukkan Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo dengan menggelar silaturahmi dan dialog bersama perangkat Desa Watuduwur di Kantor Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (4/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mengevaluasi perkembangan pelaksanaan TMMD yang saat ini masih berlangsung. Suasana hangat dan penuh keakraban tampak mewarnai perbincangan antara personel Satgas, perangkat desa, serta warga yang hadir.
Selain membahas progres pembangunan infrastruktur, dialog juga menjadi langkah memperkuat kolaborasi agar seluruh sasaran TMMD berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Watuduwur.

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo, Letkol Inf Ketut Hendra Budihardja menyampaikan bahwa komunikasi yang intensif dengan pemerintah desa merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan program.
"TMMD bukan hanya membangun jalan atau fasilitas umum, tetapi juga membangun kebersamaan. Dengan komunikasi yang baik bersama perangkat desa dan masyarakat, kami dapat mengetahui kebutuhan warga sekaligus memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran, " ujar, Letkol Inf Ketut Hendra Budihardja.
Perangkat Desa Watuduwur menyambut baik kehadiran personel Satgas yang dinilai selalu terbuka menerima masukan dan aktif menjalin hubungan dengan masyarakat.
"Kami mengapresiasi komunikasi yang terus dibangun Satgas TMMD. Sinergi seperti ini membuat koordinasi semakin mudah sehingga pembangunan desa dapat berjalan lancar dan sesuai harapan masyarakat, " ungkap salah Heru, seorang perangkat Desa Watuduwur.
Program TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kemitraan antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat. Melalui komunikasi yang harmonis, semangat gotong royong terus tumbuh sebagai fondasi pembangunan desa yang berkelanjutan.
(Agung)


















































