Tangerang, CNN Indonesia --
Kekeringan membuat warga Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten, kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut telah berlangsung lebih dari dua bulan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Salah seorang warga, Haryati, mengatakan air di rumahnya sudah tidak mengalir sama sekali selama sekitar dua bulan. Untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak, ia terpaksa membeli air.
"Sudah ada dua bulan lebih kayaknya. Di rumah sama sekali enggak keluar," ujar Haryati, Jumat (18/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi tersebut membuat Haryati harus mengeluarkan biaya tambahan setiap hari. Untuk kebutuhan air bersih, ia membeli beberapa galon, sementara kebutuhan mandi dan mencuci terkadang mengandalkan pemberian tetangga.
"Kalau buat air minum, kalau buat masak harus beli. Kalau buat mandi dan lainnya minta sama tetangga. Tapi airnya kurang bersih, airnya keruh," katanya.
Haryati mengaku pengeluaran rumah tangganya meningkat sejak krisis air terjadi. Ia harus membeli air dengan harga sekitar Rp6.000 hingga Rp10.000 per galon, di luar kebutuhan air minum kemasan.
"Biaya hidup makin tinggi, lebih tinggi lagi, nambah lagi," ucapnya.
Di tengah kondisi tersebut, warga mendapat bantuan air bersih dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang dan PMI Provinsi Banten.
Haryati pun harus mengantre untuk mendapatkan bantuan air bersih. Setiap rumah mendapatkan jatah maksimal 10 galon.
"Terima kasih PMI sudah kasih kita air bersih. Mudah-mudahan setiap hari dikasih bantuannya," ujarnya.
Ketua PMI Kota Tangerang Oman Jumansyah mengatakan bantuan tersebut diberikan setelah pihaknya menerima laporan mengenai warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Menurut Oman, PMI Kota Tangerang kemudian berkoordinasi dengan PMI Provinsi Banten untuk mendatangkan mobil tangki air ke lokasi.
"Air di sini sudah tidak ada sama sekali. Sehingga tadi malam kita coba ke PMI Provinsi untuk pakai mobil. Sekarang kita distribusikan air yang ada hari ini untuk bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang memang kekurangan air," kata Oman.
Sebanyak 5.000 liter atau lima meter kubik air bersih disalurkan kepada warga. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi puluhan keluarga yang terdampak.
Oman mengatakan penyaluran air bersih tidak menutup kemungkinan kembali dilakukan apabila masih terdapat laporan dari masyarakat.
"Kalau memang nanti ada laporan dari teman-teman PMI kecamatan, kita akan lakukan lagi seperti itu. Berdasarkan permintaan langsung dari masyarakat," tuturnya.
Ia menegaskan air merupakan kebutuhan pokok masyarakat, baik untuk minum, memasak maupun mandi.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan potensi kekeringan perlu diantisipasi seiring kondisi cuaca yang dapat memengaruhi ketersediaan air.
BPBD, kata dia, terbuka menerima laporan dari masyarakat terkait kekurangan air bersih. Laporan tersebut selanjutnya akan dilakukan asesmen untuk menentukan bentuk penanganan yang diperlukan.
"Yang kita utamakan adalah bagaimana laporan dari masyarakat, apa yang kita bisa bantu. Saat ini PMI juga bagian daripada tim reaksi cepat kita," ujar Mahdiar.
Menurut Mahdiar, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Perumda Tirta Benteng apabila terdapat laporan gangguan pasokan air akibat persoalan jaringan. Jika jaringan masih dapat diperbaiki, penanganan akan dilakukan melalui perbaikan saluran.
Namun, apabila kondisi suatu wilayah memang membutuhkan bantuan air bersih, BPBD akan berkoordinasi dengan PMI dan unsur terkait untuk melakukan distribusi.
Mahdiar menyebut kondisi air permukaan di sejumlah wilayah mulai terpengaruh cuaca. Bahkan, pihaknya menemukan warga yang melakukan pengeboran hingga lebih dari 20 meter untuk mendapatkan sumber air.
"Air-air permukaan sekarang sudah mulai agak sulit untuk didapatkan. Kondisi cuaca sangat memengaruhi kondisi air pada saat ini," katanya.
Sebagai langkah antisipasi apabila kekurangan air meluas, BPBD Kota Tangerang juga membahas penyiapan titik-titik penampungan air yang dapat dipusatkan di tingkat kelurahan.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempermudah distribusi air sekaligus mengantisipasi kendala mobilisasi kendaraan tangki, terutama di kawasan permukiman yang padat.
(ash/kid)

2 hours ago
2
















































