PUNCAK - Senyum dan sambutan hangat warga mewarnai kehadiran Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY Koops TNI Habema saat menggelar patroli keamanan, komunikasi sosial (Komsos), dan pembinaan teritorial terbatas (Bintertas) di Kampung Wunambut dan Kampung Tenawi, Distrik Agandugume, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk menjaga stabilitas keamanan. Di tengah kondisi geografis pegunungan dengan akses terbatas, prajurit juga membangun komunikasi langsung dengan masyarakat sebagai bagian dari pendekatan teritorial yang humanis.
Patroli dipimpin Dantim 2 Patkam Sertu Alexander Febrianto Pati dengan melibatkan 16 personel. Mereka bergerak dari Pos TK Andugume dan menyusuri medan pegunungan yang menjadi karakteristik wilayah Agandugume.
Danpos TK Andugume, Kapten Inf Aditya Tri Prasetya, S.Tr.(Han), mengatakan pendekatan kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas di wilayah tersebut.
“Kehadiran kami di Agandugume bukan sekadar untuk berpatroli mengamankan wilayah, melainkan untuk mendengar, bertegur sapa, dan menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat. Senyum, keterbukaan, dan penerimaan warga adalah kekuatan utama kami dalam bertugas, ” ujarnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan pola pendekatan Satgas Yonif 742/SWY yang menempatkan komunikasi dengan masyarakat sebagai salah satu unsur penting dalam menjaga hubungan antara prajurit dan warga.
Selama kegiatan berlangsung hingga sore hari, interaksi antara personel Satgas dan masyarakat Kampung Wunambut serta Kampung Tenawi berjalan hangat. Warga juga menunjukkan sikap terbuka terhadap kehadiran prajurit di lingkungan mereka.
Dansatgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., menegaskan bahwa keamanan wilayah tidak hanya ditentukan oleh kegiatan patroli, tetapi juga oleh hubungan yang terbangun bersama masyarakat.
“Stabilitas wilayah adalah hasil nyata dari kemanunggalan TNI dan rakyat. Kondusivitas suatu daerah sangat dipengaruhi oleh kualitas komunikasi dengan masyarakat dan tokoh agama. Melalui pendekatan humanis yang berkesinambungan, kami optimis Papua Pegunungan, khususnya Agandugume, akan terus aman dan damai, ” tegasnya.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena Agandugume memiliki kondisi geografis yang menantang serta akses yang terbatas. Karena itu, komunikasi sosial dan dialog dengan warga terus dilakukan untuk memahami perkembangan situasi sekaligus memperkuat hubungan di tingkat masyarakat.
Hingga kegiatan berakhir, situasi keamanan di Kampung Wunambut dan Kampung Tenawi dilaporkan kondusif. Tidak terdapat gangguan menonjol selama pelaksanaan patroli dan Bintertas.
Meski demikian, Satgas Yonif 742/SWY tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kerawanan yang dapat muncul akibat faktor geografis maupun dinamika wilayah.
Patroli keamanan, komunikasi sosial, dan kegiatan teritorial akan terus dilakukan secara rutin. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga situasi tetap aman sekaligus memperkuat kedekatan antara prajurit dan masyarakat di wilayah pegunungan Papua.
Di balik dinginnya kabut Agandugume, komunikasi sederhana, sapaan, dan senyum warga menjadi bagian penting dari upaya membangun rasa percaya. Dari kedekatan itulah, keamanan dan kedamaian diharapkan tumbuh bersama masyarakat.
(Agung)


















































