KEEROM - Kedamaian di wilayah perbatasan tidak hanya dibangun melalui penjagaan keamanan, tetapi juga lewat kepedulian dan kebersamaan dengan masyarakat. Hal itu ditunjukkan personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 121/Macan Kumbang (MK) Pos Tuali yang bersama warga Kampung Tuali, Distrik Web, Kabupaten Keerom, Papua, membangun rumah ibadah dan mempererat hubungan sosial.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (2/9/2026). Kehadiran prajurit Satgas di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana yang aman sekaligus membangun hubungan harmonis dengan warga di kawasan perbatasan RI-PNG.
Salah satu bentuk kepedulian itu diwujudkan melalui pembangunan Rumah Ibadah St. Toberias Macan Kumbang di Kampung Tuali. Rumah ibadah tersebut dibangun secara sederhana untuk membantu masyarakat memperoleh tempat beribadah yang lebih mudah dan nyaman.
Bagi masyarakat perbatasan, kehadiran rumah ibadah memiliki arti penting. Tempat tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk menjalankan kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.
Kebersamaan antara personel Satgas dan warga semakin terasa ketika mereka melaksanakan ibadah bersama. Setelah itu, prajurit dan masyarakat melanjutkan kegiatan dengan makan bersama dalam suasana penuh keakraban.
Canda dan tawa pun mewarnai pertemuan tersebut. Momen sederhana itu memperlihatkan kedekatan yang terbangun antara prajurit TNI dan masyarakat Kampung Tuali.
Danpos Tuali Lettu Inf Iwan Tober Pandjaitan mengatakan, keberadaan Satgas di wilayah perbatasan tidak semata-mata berorientasi pada aspek keamanan. Menurutnya, membangun hubungan yang dekat dengan masyarakat juga menjadi bagian penting dari pelaksanaan tugas.
“Kedamaian bukan sekadar dalam ucapan, tetapi ketika masyarakat dapat hidup tenang, beribadah, berkumpul, tertawa, dan menikmati kebersamaan tanpa rasa khawatir. Karena kedamaian yang nyata adalah ketika masyarakat merasa aman dan bahagia, ” ungkap Lettu Inf Iwan Tober Pandjaitan.
Interaksi antara prajurit dan masyarakat melalui kegiatan keagamaan serta makan bersama menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan rasa saling percaya.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa menjaga kedamaian di wilayah perbatasan memiliki dimensi yang lebih luas. Keamanan perlu berjalan beriringan dengan kepedulian, komunikasi, dan kehadiran nyata di tengah masyarakat.
Melalui pembangunan Rumah Ibadah St. Toberias Macan Kumbang, Satgas Yonif 121/MK berharap masyarakat Kampung Tuali dapat menjalankan aktivitas ibadah dengan lebih nyaman. Hubungan yang semakin erat antara prajurit dan warga juga diharapkan mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif.
Pada akhirnya, kedamaian di perbatasan tumbuh dari hal-hal sederhana: masyarakat dan prajurit dapat duduk bersama, beribadah, berbagi makanan, serta menikmati kebersamaan dalam suasana aman.
Damai terjaga, masyarakat bahagia.
(Agung)


















































