KEBUMEN - Bukan sekadar membangun jembatan, personel TNI bersama warga Desa Sampang, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, tengah membuka jalan bagi harapan baru. Di atas Sungai Penisihan, mereka bergotong royong membangun jembatan beton sepanjang 18 meter yang akan menjadi akses penting bagi ribuan warga, Minggu (26/7/2026).
Pembangunan jembatan tersebut dipimpin Danramil 15/Sempor Kapten Inf Budi Riyanto dengan melibatkan personel Kodim 0709/Kebumen, unsur Zibang, dan masyarakat. Jembatan dengan lebar 2 meter dan tinggi sekitar 6 meter itu dibangun untuk memperkuat akses mobilitas warga di Desa Sampang dan sekitarnya.
Konstruksi jembatan dirancang mampu menahan beban hingga 10 ton. Dengan melintasi Sungai Penisihan yang memiliki lebar sekitar 10 meter, keberadaan jembatan ini diharapkan dapat memberikan akses yang lebih aman bagi masyarakat, termasuk ketika debit air sungai meningkat saat musim penghujan.

Sebanyak 6 personel TNI dari Kodim 0709/Kebumen, 2 personel Zibang, dan 12 warga terlibat dalam proses pembangunan. Semangat gotong royong terlihat dalam setiap tahapan pekerjaan, memperlihatkan bahwa kolaborasi TNI dan masyarakat mampu menghadirkan infrastruktur yang berdampak langsung bagi kehidupan warga.
Jembatan tersebut diproyeksikan memberikan manfaat bagi 2.069 jiwa atau 516 kepala keluarga. Selain memperlancar transportasi, akses baru ini diharapkan mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian masyarakat.
Danramil 15/Sempor Kapten Inf Budi Riyanto mengatakan pembangunan jembatan merupakan bagian dari pengabdian TNI untuk membantu masyarakat.
“Jembatan ini bukan hanya menghubungkan dua sisi sungai, tetapi juga menghubungkan harapan, memperkuat kebersamaan, serta menjadi simbol semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat dalam membangun negeri, ” ujar Kapten Inf Budi Riyanto.
Dengan anggaran pembangunan sebesar Rp335.989.414, jembatan di atas Sungai Penisihan itu diharapkan menjadi infrastruktur penting bagi warga Desa Sampang. Ketika TNI dan rakyat bergerak bersama, jembatan bukan hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi jalan menuju akses yang lebih aman dan peluang kehidupan yang lebih baik.
(Agung)


















































