Muzani Klarifikasi Soal Diutus Presiden Hadiri Pemakaman Khamenei

5 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua MPR Ahmad Muzani angkat suara soal kritik terhadap dirinya yang menjadi utusan Presiden untuk menghadiri prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei pada 9 Juli mendatang.

Muzani menjelaskan statusnya sebagai utusan Presiden tak perlu diperdebatkan. Sebab, menurut dia, MPR dan Presiden sama-sama lembaga tinggi negara.

"Kepala negara itu memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan siapa saja yang bisa dianggap layak untuk mewakili negara," kata Muzani usai menerima kunjungan Perdana Menteri India, Sri Narendra Modi di kompleks parlemen, Selasa (7/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Politikus Partai Gerindra itu mengatakan, meski menjadi urutan Presiden, kehadirannya bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, tetap mewakili seluruh masyarakat dan Bangsa Indonesia, yang ikut berduka atas kematian Khamenei.

"Maka pada hari itu, Presiden meminta kepada saya dan Menteri Luar Negeri untuk hadir pada acara tersebut. Dan insyaallah kami akan segera berangkat," katanya.

Proses pemakaman Ali Khamenei telah dimulai sejak Sabtu (4/7) setelah tertunda empat bulan lebih sejak mendiang tewas terkena serangan Amerika Serikat-Israel pada 28 Februari lalu.

Sebelum dimakamkan pada Kamis (9/7) di Imam Reza Shrine di kota kelahirannya di Masyhaad, Iran, jenazah Khamenei disemayamkan di pusat Teheran di mana jutaan warga Iran bisa melihat dan mendoakan untuk terakhir kalinya.

Jenazah Khamenei juga akan diarak keliling sejumlah kota Iran hingga Irak sebelum dikebumikan pada Kamis. Saat ini, jenazah Ali Khamenei sudah tiba di Kota Qom, Iran.

(thr/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |