SEMARANG - Proses penjaringan calon perwira TNI memasuki tahap krusial. Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin memimpin langsung Sidang Pantukhir Daerah (Pantukhirda) Penerimaan Calon Taruna Akademi TNI Tahun Anggaran 2026 di Balai Diponegoro, Kota Semarang, Senin (29/6/2026).
Sidang yang digelar Panitia Seleksi Daerah (Panselinda) Semarang tersebut menjadi tahapan akhir di tingkat daerah sebelum para peserta terbaik mengikuti seleksi tingkat pusat untuk memperebutkan kesempatan menjadi Taruna Akademi TNI.
Dalam arahannya, Mayjen TNI Achiruddin menegaskan bahwa proses rekrutmen calon Taruna Akademi TNI merupakan fondasi penting dalam membentuk sumber daya manusia TNI yang profesional, berintegritas, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

"Seleksi ini merupakan gerbang awal untuk melahirkan calon-calon perwira TNI yang berkualitas. Karena itu, seluruh tahapan harus dilaksanakan secara objektif, jujur, bersih, dan transparan, sehingga peserta yang dinyatakan lolos benar-benar berdasarkan kemampuan, kompetensi, serta memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditentukan, " tegas Pangdam.
Pangdam mengingatkan seluruh panitia seleksi agar menjaga integritas selama proses berlangsung. Menurutnya, tanggung jawab panitia tidak hanya kepada institusi TNI, tetapi juga kepada masyarakat dan Tuhan Yang Maha Esa.
Ia menekankan bahwa setiap peserta harus memperoleh kesempatan yang sama tanpa memandang latar belakang apa pun, sehingga hasil seleksi benar-benar mencerminkan prinsip keadilan dan profesionalisme.
"Tanggung jawab kita bukan hanya kepada organisasi, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa dan masyarakat. Oleh karena itu, proses penilaian harus bebas dari kepentingan pribadi maupun intervensi, sehingga kepercayaan publik terhadap rekrutmen TNI tetap terjaga, " ujarnya.
Pada akhir arahannya, Pangdam meminta sidang Pantukhirda dilaksanakan secara teliti, cermat, dan penuh rasa tanggung jawab.
Ia juga menginstruksikan agar peserta yang belum memenuhi syarat diberikan penjelasan secara terbuka mengenai hasil seleksi sebagai bentuk transparansi penyelenggaraan rekrutmen.
Selain itu, keamanan seluruh proses maupun hasil sidang juga menjadi perhatian agar pelaksanaan seleksi berjalan tertib dan kredibel.
"Dengan proses seleksi yang berkualitas dan berintegritas, kita berharap akan lahir calon-calon perwira TNI yang tangguh, memiliki karakter kepemimpinan, profesional, serta siap mengabdikan diri sepenuhnya kepada bangsa dan negara, " pungkas Mayjen TNI Achiruddin.
Sidang Pantukhir Daerah merupakan salah satu tahapan paling menentukan dalam proses penerimaan Taruna Akademi TNI. Peserta yang dinyatakan lolos di tingkat daerah selanjutnya akan mengikuti seleksi tingkat pusat untuk memperebutkan kesempatan menjadi calon perwira TNI.
(Agung)


















































