Buleleng, CNN Indonesia --
Peristiwa penganiayaan terjadi di Banjar Dinas Kajanan, Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, saat perayaan Nyepi, pada Kamis (19/3).
Dalam peristiwa itu, seorang pria yang merupakan korban berinisial KS (40), mengalami luka robek terbuka di bagian punggung setelah ditebas dengan pedang jenis samurai dalam insiden yang dipicu pesta minuman keras (miras).
Pelaku berinisial KGS (28) pun langsung ditangkap oleh kepolisian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasi Humas Polres Buleleng Iptu Yohana Rosalin Diaz mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 WITA, bertepatan dengan pelaksanaan Hari Raya Nyepi.
"Kasus tersebut kini ditangani Polsek Seririt setelah korban melapor dan terduga pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti," ujar Iptu Yohana, Jumat (20/3).
Ia menyebutkan, insiden bermula dari kegiatan minum-minuman keras bersama dan kemudian berujung pertengkaran dan kekerasan.
"Terlapor sudah diamankan berikut barang bukti, berupa satu bilah pedang jenis samurai, dan kasus ini sedang ditangani lebih lanjut oleh Polsek Seririt," imbuhnya.
Korban KS, diketahui seorang buruh asal Banjar Dinas Kajanan, Desa Joanyar. Sementara pelaku juga buruh harian lepas yang juga tinggal di banjar yang sama.
Berdasarkan kronologis kejadian, insiden bermula saat korban menghubungi pelaku melalui pesan WhatsApp untuk mengajak minum-minuman keras.
Kemudian, sekitar pukul 09.30 WITA, pelaku datang ke rumah korban dan minum bersama dua saksi berinisial PK (60) dan KSA (50), serta sejumlah rekan lainnya.
Dalam suasana berkumpul itu, korban disebut sempat menyinggung pelaku hingga membuat suasana memanas. Orang-orang yang berada di lokasi sempat berusaha menenangkan keadaan dan meminta agar persoalan tidak diperpanjang.
Namun, ketegangan berlanjut ketika pelaku mendatangi korban untuk menanyakan maksud ucapan yang dianggap menyinggung dirinya.
Cekcok pun tak terhindarkan. Setelah itu, pelaku sempat diminta pulang oleh teman-temannya. Namun situasi kembali memuncak saat korban yang masih emosi melempar kursi ke arah pelaku, meski tidak mengenainya. Korban juga disebut mengambil botol bir dan diduga mengancam akan membunuh pelaku.
Selanjutnya, pelaku kemudian berlari pulang ke rumahnya dan tidak lama berselang, pelaku kembali dengan membawa pedang jenis samurai dan langsung menebas korban satu kali hingga mengenai bagian punggung.
Aksi itu akhirnya dilerai oleh salah seorang warga, sementara korban segera dibawa keluarganya ke RSUD Kabupaten Buleleng untuk mendapatkan perawatan medis.
"Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek terbuka pada bagian punggung. Polisi yang menerima laporan kemudian mengamankan terlapor beserta barang bukti satu bilah pedang jenis samurai ke Polsek Seririt," ujarnya.
(kdf/sfr)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
21
















































