Tangerang, CNN Indonesia --
Peristiwa baku hantam terjadi di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Samanea, Kawasan Suvarna Sutera, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (6/9).
Perselisihan tersebut diduga dipicu persoalan antrean pengisian daya atau cas baterai kendaraan listrik.
Aksi ketegangan fisik antarpengendara itu beredar di media sosial. Berdasarkan video yang beredar, terlihat seorang pria mengenakan pakaian putih menghampiri pria berbaju hitam dan sempat melayangkan pukulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beruntung beberapa pukulan tersebut berhasil dihindari. Setelahnya petugas keamanan yang berada di lokasi datang dan melerai.
Kasi Humas Polresta Tangerang Ipda Tri Leksono membenarkan adanya peristiwa tersebut. Polisi juga telah menerima laporan dari salah satu pria yang terlibat dalam kejadian itu, yakni MRA (36).
"Benar pada tanggal 6 September 2026 sekitar pukul 21.11 WIB, kami menerima surat tanda bukti aduan masyarakat terkait tindak pidana pemaksaan dengan kekerasan atau ancaman kekerasan," kata Tri, Kamis (10/9).
Menurut Tri, persoalan bermula ketika seorang pria hendak mengisi daya kendaraan listriknya di SPKLU tersebut. Dia kemudian mendatangi MRA dan mengaku sudah lebih dulu mengantre.
Pria tersebut lantas meminta MRA mencabut charger yang sedang digunakan. Permintaan itu kemudian memicu adu mulut hingga berujung aksi ketegangan fisik.
"Saat itu terjadi cekcok adu mulut di mana terlapor mengeluarkan kata-kata kasar dan mengancam pelapor agar mencabut charger dari kendaraannya," jelasnya.
Berdasarkan keterangan yang diterima polisi, pria tersebut kemudian menghampiri istri MRA dan mencoba menamparnya.
Tri menegaskan, pihaknya kini masih mendalami laporan tersebut. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan rekaman kamera pengawas lingkungan (CCTV), serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
"Kita juga akan memanggil terduga pelaku untuk dimintai keterangan guna memperjelas peristiwa yang terjadi," tegas Tri.
(dod/kid)

6 hours ago
11

















































