Prabowo Kerap ke Luar Negeri: Tak Baik Kalau Diundang Kita Tak Datang

6 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan kerap melakukan lawatan luar negeri memenuhi undangan dari berbagai negara.

Ia menyebut kunjungan-kunjungan itu menunjukkan ketidakberpihakan Indonesia kepada satu kekuatan tertentu di kancah global.

Menurutnya, kehadiran Indonesia di berbagai forum internasional merupakan bagian dari upaya menjaga hubungan baik dengan negara-negara yang memiliki posisi penting di dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahwa Rusia termasuk yang paling sering atau agak sering undang Presiden Indonesia, kan tidak baik kalau diundang kita tidak datang. Tapi saya juga bisa dikatakan sangat sering ke Perancis, saya sangat sering ke Inggris, saya sangat sering ke Turki, sangat sering ke negara-negara Arab, ke Mesir, ke Emirates, ke Qatar, juga ke Tiongkok, ke Jepang," ujar Prabowo dalam program Presiden Prabowo Menjawab mengutip rilis Bakom RI, Rabu (16/9).

Ia mengatakan selama mendapat undangan dan memiliki kesempatan untuk hadir, ia berupaya memenuhi undangan tersebut, terlebih jika datang dari negara yang memiliki peran strategis dalam percaturan internasional.

Prabowo juga menjelaskan alasan pentingnya Indonesia menjaga komunikasi dengan Rusia.

Ia menyebut Rusia memiliki posisi strategis dalam hubungan internasional, antara lain sebagai anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, memiliki wilayah yang luas, serta kekayaan sumber daya alam yang besar.

"Dan dia punya sumber alam yang sangat besar. Dan secara tradisi hubungan kita baik sama Rusia. Jadi, saya kira itu biasa saja," ucapnya.

Ia mengatakan prinsip yang sama juga berlaku ketika Indonesia mendapat undangan dari Amerika Serikat maupun negara-negara lain.

Prabowo menyebut memenuhi undangan negara sahabat merupakan bagian dari diplomasi yang menjaga komunikasi dan hubungan baik.

"Tapi kalau saya diundang, kalau ke Amerika saya diundang, saya datang. Kan begitu kan? Jadi, intinya itu," ucapnya.

Prabowo pun menegaskan Indonesia tetap memegang teguh prinsip politik luar negeri bebas aktif dalam membangun hubungan dengan negara-negara di dunia.

Ia menekankan prinsip itu membuat Indonesia tidak menempatkan diri dalam blok kekuatan tertentu, sekaligus membuka ruang persahabatan dan kerja sama dengan berbagai negara.

Prabowo menyatakan politik luar negeri bebas aktif memberikan ruang untuk tetap mandiri dalam menentukan sikap sekaligus aktif membangun hubungan, komunikasi, dan kerja sama dengan sebanyak mungkin negara.

"Kita dari dulu non-aligned, kita tidak mau ikut blok-blok manapun. Jadi, dari suatu pihak, bisa dikatakan kita ingin bersahabat dengan siapa saja," kata dia.

(mnf/fra)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |